Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Data SDGS Dalam Mendukung Tata Kelola Pemerintahan Tanpa Kemiskinan Di Kalurahan Wonokromo Kabupaten Bantul Adji Suradji Muhammad; Tyas, Hari Saptaning; Puspitasari, Condrodewi; Jaqueline Faradina; Sumardjono
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v3i2.100

Abstract

Pada tahun 2018, 2019, dan 2020 Kabupaten Bantul memiliki jumlah penduduk miskin tertinggi se-provinsi DIY. Penelitian ini akan menjelaskan bagaimana peran desa melalui pendataan SDG’s Desa untuk mengurangi kemiskinan sehingga Desa Tanpa Kemiskinan dapat terwujud. Metode yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalurahan Wonokromo telah melakukan pendataan SDG’s Desa sejak kebijakan tersebut diterapkan. Kalurahan Wonokromo juga memiliki kapasitas dalam melakukan pendataan melalui sistem yang dimiliki, dan kelembagaan yang ada dan Sumber Daya Manusia yang dimiliki hingga ke tingkat Rumah Tangga. Pemerintah Kalurahan Wonokromo berkomitmen untuk menggunakan Data SDG’s Desa sebagai data dasar dalam menyusun rencana pembangunan agar lebih efektif dan efisien.
PELATIHAN OPTIMASI IG BISNIS UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN INDIHOME DI WILAYAH LEUWILIANG KABUBATEN BOGOR Mohammad Wartaka; Sumardjono; Dede Suparman; Dimas Ari Darmantyo; Dadang Djunaedi; Heri Siswanto; Dadi M. Hasan Basri; Khalia Safitri; Karina Ningtyas Putri
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v4i2.883

Abstract

This community service program aims to enhance the sales of Indihome services in the Leuwiliang region, Bogor Regency, through Instagram Business optimization training for marketing personnel. The primary issues faced by the partner include limited digital literacy, uneven internet access, lack of understanding of relevant content creation, and resource constraints. The implementation methods involved interactive presentations, hands-on content creation practice, group discussions, and individual mentoring, with a total duration of 4 hours. The training was attended by 30 participants, most of whom were unfamiliar with Instagram Business features. The results demonstrated a significant improvement in participants' understanding, evidenced by the creation of new business accounts and the ability to produce engaging promotional content. Participants also actively engaged in customer interaction simulations and discussions on localized marketing strategies. However, continuous mentoring is required to ensure consistent application of the knowledge gained. Recommendations include follow-up training, regular mentoring sessions, and collaboration with Telkom to provide stable internet infrastructure. This program is expected to serve as a model for empowering digital marketing personnel in rural areas