Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pemulasaran dan Fardu Kifayah Jenazah Pasien Terpapar COVID-19 kepada Tenaga Medis dan Paramedis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Sumatera Utara Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Maulana Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i1.22136

Abstract

Jumlah kasus infeksi Covid-19 yang terus meningkat di Provinsi Sumatera Utara mengharuskan RSU Muhammadiyah Sumatera Utara ikut berpartisipasi aktif menanggulangi kasus Covid-19, termasuk dalam pengurusan jenazah pasien terpapar Covid-19. Karena kondisi pandemi, pelaksanaan pemulasaran dan fardu kifayah jenazah hanya dapat dilakukan oleh petugas medis dan paramedis di rumah sakit. Di sisi lain, petugas medis dan paramedis belum mengerti tatacara pelaksanaan pemulasaran dan fardu kifayah jenazah muslim yang meninggal akibat Covid-19 yang sesuai kaidah syariat. Pelatihan pemulasaran dan fardu kifayah jenazah yang meninggal akibat Covid-19 untuk tenaga medis dan paramedis di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara diadakan dengan metode Community-Based Interactive Approach (CBIA) melalui tahapan pre-test, pemaparan materi, peragaan dengan alat peraga/manekin, praktik mandiri tiap peserta dengan alat peraga/manekin, dan ditutup dengan post-test. Dari pelatihan ini didapatkan bahwa target berupa jumlah peserta dan peningkatan pengetahuan peserta tentang tatacara pemulasaran dan fardu kifayah jenazah pasien terpapar Covid-19 dapat tercapai dengan baik.
Target-Controlled Infusion (TCI) Remifentanil dengan Thoracic Epidural Analgesia (TEA) sebagai Tatalaksana Nyeri Perioperatif pada Operasi Laparatomi Hemikolektomi Kanan Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Mual Kristian Sinaga
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.11931

Abstract

Abstrak: Tatalaksana nyeri paska operasi kolorektal yang adekuat sangat penting untuk mempercepat pemulihan, mencegah komplikasi paska operasi serta mempersingkat masa rawatan di rumah sakit. Strategi yang saat ini direkomendasikan adalah menghindari penggunaan opioid secara berlebihan dan menerapkan analgesik multimodal yang dikombinasi dengan analgesik epidural torakal. Kami melaporkan seorang laki-laki, usia 17 tahun, PS-ASA 1, dengan tumor kolon asenden menjalani hemikolektomi kanan dan end to end anastomosis secara elektif. Tatalaksana nyeri intra operatif menggunakan Target-Controlled Infusion (TCI) remifentanil dan dilanjutkan dengan Thoracic Epidural Analgesia (TEA) pada level T8-T9 sebagai adjuvan analgesik multimodal pascoperatif. Pemantauan dilakukan selama periode intra dan paska operatif, meliputi tekanan darah, laju nadi dan nafas, skala nyeri, efek samping obat, hiperalgesia paska remifentanil, fungsi motorik, kebutuhan rescue analgesic dan mobilisasi paskaoperatif. TCI remifentanil intraoperatif sangat efektif terhadap kontrol nyeri dengan konsentrasi berkisar 4-6 ng/ml. Analgesik multimodal dengan TEA kontinu juga memberikan kontrol nyeri yang adekuat selama periode paskaoperatif dengan skala nyeri NRS: 0-1, sehingga memungkinkan pasien melakukan mobilisasi dini. Tidak didapati gangguan respirasi dan kardiovaskular, efek samping obat, hiperlagesia, dan gangguan motorik. Pasien juga tidak memerlukan rescue analgesic. Penggunaan TCI remifentanil intraoperatif yang dilanjutkan TEA sebagai strategi tatalaksana nyeri perioperatif pada pasien ini telah memberikan hasil yang sangat efektif.