Dwi Yuningsih
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di RSUD Kabupaten Karanganyar Ervianda Ervianda; Hermawati Hermawati; Dwi Yuningsih
Jurnal Ventilator Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v1i3.481

Abstract

Background: Hypertension is a health problem in all parts of the world and one of the main risk factors for cardiovascular disease. It is estimated that 1.28 billion adults aged 30-79 years worldwide suffer from hypertension as well as the Karanganyar District Hospital where there have been 889 cases with hypertension since the last 1 year. One of the non-pharmacological therapies that can be used for hypertension is foot massage. Foot massage is one of the complementary therapies currently used for hypertension. Objective: To find out the results of the implementation of giving foot massage to reducing blood pressure in 2 respondents with hypertension at the Karanganyar Regency Hospital. Methods: Using a descriptive method with a case study design approach, respondents used 2 hypertensive patients. Determination of respondents according to the inclusion and exclusion criteria was carried out for 3 days. Foot massage and blood pressure measurement using a sphygmomanometer Results: Providing foot massage was able to reduce blood pressure in 2 respondents at the Karanganyar District Hospital Conclusion: There were changes in 2 respondents after foot massage was carried out for 3 days at the Karanganyar District Hospital.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH Dwi Yuningsih; Yeni Kartika Sari; Yuli Widyastuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.738

Abstract

Latar Belakang : Karies gigi merupakan kondisi hilangnya ion-ion mineral secara kronis dan terus menerus dari permukaan email yang disebabkan oleh bakteri. Menggosok gigi merupakan salah satu upaya perawatan gigi untuk mencegah karies gigi. Diketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kejadian karies gigi tertinggi yang diakibatkan kurangnya perawatan gigi. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun yang termasuk dalam kriteria inklusi sejumlah 37 sampel. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisa data menggunakan uji contingency coefficient. Hasil penelitian : Tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi memiliki kategori baik 28 responden (75,7%), dengan kejadian karies 12 responden (32,4%). Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah. Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah
Penerapan Isometrik Handgrip Exercise Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di RSUD Karanganyar Oktavia Indah Sari; Sri Hartutik; Dwi Yuningsih
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i1.381

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Pada kelompok lansia prevalensi penyakit tidak menular tertinggi adalah hipertensi sebesar 32,5%. Hipertensi terjadi akibat peningkatan tekanan darah terlalu tinggi, yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) maupun kekakuan pembuluh darah. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg dalam dua kali pengukuran. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah ke otak sehingga bisa menyebabkan stroke bahkan kematian. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri pada pasien hipertensi dengan memberikan latihan handgrip exercise dan aromaterapi lavender. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah setelah dilakukan latihan handgrip exercise dan menghirup aromaterapi lavender. Kesimpulan dari penelitian ini adanya perbedaan perkembangan penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi sebelum dan sesudah penerapan Latihan Isometrik Handgrip Exercise dan Aromaterapi Lavender
Pengaruh Latihan Continuous Running terhadap Daya Tahan Kardiovaskuler pada Tim Ekstrakurikuler Badminton di SMP Negeri 48 Pekanbaru Dwi Yuningsih; Hirja Hidayat; Siti Maesaroh
Journal Sport Science Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.4.2.186-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh latihan continuous running terhadap daya tahan kardiovaskuler siswa yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler badminton di SMP Negeri 48 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 10 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Program latihan dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu, di mana setiap sesi berlangsung selama 30 menit. Daya tahan kardiovaskuler diukur menggunakan tes lari multistage (bleep test) sebelum dan setelah program latihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor bleep test, dari 25,52 (SD = 3,39) pada pretest menjadi 37,25 (SD = 7,04) pada posttest, dengan nilai t-hitung sebesar 6,647 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan continuous running efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskuler siswa. Penelitian ini menyarankan agar pelatih dan pendidik mengintegrasikan latihan ini dalam program latihan fisik untuk meningkatkan kebugaran dan performa atlet.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH Dwi Yuningsih; Yeni Kartika Sari; Yuli Widyastuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.738

Abstract

Latar Belakang : Karies gigi merupakan kondisi hilangnya ion-ion mineral secara kronis dan terus menerus dari permukaan email yang disebabkan oleh bakteri. Menggosok gigi merupakan salah satu upaya perawatan gigi untuk mencegah karies gigi. Diketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kejadian karies gigi tertinggi yang diakibatkan kurangnya perawatan gigi. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun yang termasuk dalam kriteria inklusi sejumlah 37 sampel. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisa data menggunakan uji contingency coefficient. Hasil penelitian : Tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi memiliki kategori baik 28 responden (75,7%), dengan kejadian karies 12 responden (32,4%). Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah. Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah