Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN I BANTUL D. I. YOGYAKARTA Tutik Wahyuningsih
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Literasi kesehatan merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki seseorang karena dengan memiliki kemampuan literasi paling dasar pun seseorang dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan potensi untuk mencapai tujuan. Tingkat literasi kesehatan masyarakat di Puskesmas Banguntapan I masih tergolong rendah hal ini diketahui ketika peneliti melakukan uji coba terhadap 10 responden dengan menggunakan NVS (New Vital Sent) dari 6 pertanyaan mengenai sebuah label nutrisi es krim 7 dari 10 responden tersebut memiliki tingkat literasi rendah yaitu dengan skor 1-2 tergolong kategori rendah, peneliti menggunakan label nutrisi es krim karena untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor usia, pendidikan dan pekerjaan yang berpengaruh terhadap literasi kesehatan di Puskesmas Banguntapan I. Metode: jenis penelitian ini menggunaakan Deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner NVS (Newest Vital Sign). Jumlah sampel penelitian 100 responden pasien. Data primer dianalisis dengan menggunakan uji chi square Hasil: Ada pengaruh Usia terhadap literasi kesehatan (p=0,038%<0,05), Ada pengaruh pendidikan terhadap tingkat literasi kesehatan (p=0,000<0,05), ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat literasi kesehatan (p=0,043<0,05) Kesimpulan: Ada pengaruh Usia terhadap literasi kesehatan, ada pengaruh pendidikan terhadap tingkat literasi kesehatan, dan ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat literasi kesehatan.
Faktor- Faktor yang Menyebabkan Ketidakengkapan Pengisian Resume Medis di Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta Tutik Wahyuningsih; Anis Khotimah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK) Vol. 9 No. 1 (2026): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v9i1.7092

Abstract

Hasil rekapitulasi Dinas kesehatan Bantul menyatakan bahwa data Puskesmas Pleret Bantul DIY menunjukkan pelayanan rekam medis menujukkan angka kelengkapan 81% dari yang ditargetkan yaitu 100%. Dampak yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan resume medis adalah angka review rekam medis menjadi tidak baik, terhambatnya klaim pasien BPJS yang membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karena riwayat pengobatan pasien tidak lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dokter dalam pengisian resume medis di Puskesmas Pleret. Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Jumlah subjek lima orang yang terdiri dari tiga orang dokter, kepala bagian rekam medis dan petugas assembling. Penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis dari faktor SDM karena adanya oknum dokter yang menunda pekerjaan pengisian resume medis. SDM baru yang ada dipuskesmas belum mengetahui prosedur pengisian resume medis. Faktor material belum adanya kebijakan puskesmas dalam pengisian resume medis. Faktor metode belum ada SOP pengisian resume medis. Factor yang menyebabkan ketidaklengkapan dalam pengisian resume medis adalah faktor SDM yaitu adanya dokter yang baru dan kedisiplinan dokter yang menunda pekerjaan dalam mengisi resume medis, belum adanya kebijakan dari puskesmas dan belum adanya SOP pengisian resume medis juga menjadi penyebab dokter tidak melengkapi pengisian resume medis serta belum adanya reward bagi petugas pengisi resume medis.