Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PENGGUNAAN INTERNET REMAJA DESA DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Muhamad Mustopa Romdhon; Nusril Nusril; Dewi Agustin Agustin
Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v3i2.121

Abstract

Pengguna internet semakin meningkat dan meluas dari waktu ke waktu, terutama di daerah pedesaan. Pemuda Desa Sidodadi menggunakan internet sebagai sarana pendidikan, hiburan dan komunikasi yang mereka butuhkan. Pertanyaannya adalah bagaimana internet digunakan oleh pemuda pedesaan di Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana responden ditentukan dengan stratified random sampling dari dua kelompok (KU), yaitu KU 10-15 tahun dan KU 16-22 tahun. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk nilai frekuensi, rata-rata dan persentase, serta dideskripsikan dalam bentuk pernyataan. Hasil penelitian ditemukan bahwa remaja pedesaan dominan menggunakan internet sebagai sarana 1) pengetahuan dengan waktu akses internet dominan pada malam hari, durasi 3,85 jam melalui Google, 2) waktu akses internet dominan pada siang hari, akses lokasi di rumah melalui Youtube, dan 3) waktu akses komunikasi dominan pada siang hari, akses lokasi di rumah melalui Whatsapp. Oleh karena itu, diperlukan kedisiplinan bagi pemuda pedesaan dalam mengalokasikan waktu untuk mengakses internet. Pengawasan orang tua karena lokasi akses internet dominan dari rumah dan durasi penggunaan internet dominan sebagai sarana hiburan dan komunikasi. Pengawasan dan pengarahan guru di sekolah agar durasi akses internet dapat meningkatkan kemampuan literasi media remaja yang dominan sebagai siswa SMP dan SMA.
STUDI PENGGUNAAN INTERNET REMAJA DESA DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Muhamad Mustopa Romdhon; Nusril Nusril; Dewi Agustin Agustin
Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v3i2.121

Abstract

Pengguna internet semakin meningkat dan meluas dari waktu ke waktu, terutama di daerah pedesaan. Pemuda Desa Sidodadi menggunakan internet sebagai sarana pendidikan, hiburan dan komunikasi yang mereka butuhkan. Pertanyaannya adalah bagaimana internet digunakan oleh pemuda pedesaan di Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana responden ditentukan dengan stratified random sampling dari dua kelompok (KU), yaitu KU 10-15 tahun dan KU 16-22 tahun. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk nilai frekuensi, rata-rata dan persentase, serta dideskripsikan dalam bentuk pernyataan. Hasil penelitian ditemukan bahwa remaja pedesaan dominan menggunakan internet sebagai sarana 1) pengetahuan dengan waktu akses internet dominan pada malam hari, durasi 3,85 jam melalui Google, 2) waktu akses internet dominan pada siang hari, akses lokasi di rumah melalui Youtube, dan 3) waktu akses komunikasi dominan pada siang hari, akses lokasi di rumah melalui Whatsapp. Oleh karena itu, diperlukan kedisiplinan bagi pemuda pedesaan dalam mengalokasikan waktu untuk mengakses internet. Pengawasan orang tua karena lokasi akses internet dominan dari rumah dan durasi penggunaan internet dominan sebagai sarana hiburan dan komunikasi. Pengawasan dan pengarahan guru di sekolah agar durasi akses internet dapat meningkatkan kemampuan literasi media remaja yang dominan sebagai siswa SMP dan SMA.
The Effect Of Financial Literacy and Digital Financial Inclusion on Business Sustainability in the MSMEs Agribusiness Sector with Financial Performance as an Intervening Variable Pasmai Denta; Muhamad Mustopa Romdhon; Nurna Aziza
Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Sharia Economic and Management Business
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/sembj.v7i2.1977

Abstract

Background: Downstream agribusiness MSMEs play a crucial role in generating added value for agricultural products and improving regional economic development. However, these businesses face significant challenges in financial management and the utilization of digital financial technology, which can threaten their long-term sustainability. This study examines the effect of financial literacy and digital financial inclusion on business sustainability in the downstream agribusiness sector, with financial performance as an intervening variable. Method: This research employs a quantitative approach using a survey method targeting business actors in the downstream agribusiness sector in Bengkulu City. A sample of 100 respondents was selected using purposive sampling, with criteria of at least two years of business operation, direct involvement in financial management, and utilization of digital financial services such as QRIS. Data were analyzed using SEM-PLS with SmartPLS software. Results: The findings reveal that digital financial inclusion has a positive effect on financial performance and business sustainability, both directly and through financial performance mediation. Financial performance positively influences business sustainability. Financial literacy positively affects financial performance but does not directly influence business sustainability, nor does financial performance mediate the relationship between financial literacy and business sustainability. Conclusion: Digital financial inclusion plays a stronger role in improving financial performance and business sustainability compared to financial literacy alone. Strengthening the digital financial ecosystem and integrating financial literacy with practical financial management training are essential strategies for enhancing MSME sustainability in the downstream agribusiness sector.