Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Post Natal Care Dengan Ruptur Perineum Derajat Dua Di Puskesmas Sangurara: Post Christmas Midwife Care With Two Degrees Of Perineum Rupture At Sangurara Health Center Risna Febrianti; Faridha Nasir; Sa’diah Irsan; Dela Safitri
Media Publikasi Penelitian Kebidanan Vol. 5 No. 2: SEPTEMBER 2022
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari. Rupture perineum dapat terjadi pada ibu bersalin dan salah satu penyebabnya adalah faktor penolong persalinan serta Partus presipitatus dimana lama persalinan sangat singkat yaitu kurang dari 3 jam. Data dari Puskesmas Sangurara tahun 2020 menunjukkan jumlah ibu nifas sebanyak 1008 jiwa dan tidak ada kasus kematian. Pada tahun 2021 menunjukkan jumlah ibu nifas sebanyak 1020 jiwa dan tidak ada kasus kematian. Adapun komplikasi ibu nifas pada tahun 2021 terdapat 1 kasus penyebabnya retensio plasenta. Metode penelitian pada Laporan Tugas Akhir ini menggunakan 7 langkah varney dan SOAP. Kesimpulan dari Asuhan Kebidanan yang telah diberikan dimana pada pengumpulan data dasar, interpretasi data, diagnosa dan masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP tidak ditemukan kesenjangan antara tinjauan pustaka dan studi kasus.
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia: Optimizing Maternal and Child Health Services to Reduce Maternal and Infant Mortality Rates in Indonesia Faridha Nasir; Irmawati
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8361

Abstract

Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu pilar utama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Meskipun berbagai program telah dijalankan, tantangan seperti keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya kualitas tenaga medis, dan kurangnya kesadaran masyarakat masih menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi pelayanan KIA melalui peningkatan akses, mutu, dan cakupan layanan berbasis kebijakan kesehatan nasional. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis kebijakan yang mengacu pada data resmi Kementerian Kesehatan dan WHO. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi berupa peningkatan jumlah fasilitas kesehatan yang terjangkau, pelatihan tenaga kesehatan yang berkesinambungan, penguatan program edukasi kesehatan bagi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak dapat secara signifikan berkontribusi menurunkan AKI dan AKB. Kesimpulannya, optimalisasi pelayanan KIA memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam kerangka pelayanan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.