Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi kuesioner kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas berdasarkan beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui tahapan pengembangan instrumen, uji validitas isi, validitas konstruk, dan reliabilitas. Validitas isi dinilai menggunakan metode Content Validity Index (CVI) dan Aiken’s V melalui penilaian para ahli. Selanjutnya, uji validitas konstruk dan reliabilitas dilakukan melalui uji coba kepada 30 responden menggunakan analisis Corrected Item-Total Correlation dan Cronbach’s Alpha dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 60 item pernyataan dinyatakan valid secara isi dengan nilai I-CVI 1,00 memenuhi batas minimum dan nilai S-CVI 1,00 berada pada kategori sangat baik, serta diperkuat oleh nilai Aiken’s V 0,948 yang berada di atas batas minimum dengan kategori tinggi. Uji validitas konstruk menunjukkan seluruh item memiliki nilai korelasi di atas r tabel (0,361), yang mengindikasikan kemampuan item dalam merepresentasikan konstruk secara empiris. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha yang sangat baik (> 0,90) pada seluruh konstruk, yang menandakan konsistensi internal yang tinggi. Kuesioner yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel, sehingga layak digunakan sebagai instrumen pengukuran kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas.