This Author published in this journals
All Journal EUGENIA ZOOTEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keanekaragaman capung di Sungai Rayow, Desa Kembes, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa G.V.E. Pelealu; M.J. Nangoy; D. Tarore
ZOOTEC Vol. 42 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.131 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.1.2022.39008

Abstract

Capung merupakan kelompok serangga yang termasuk dalam filum arthropoda dan tergolong dalam ordo odonata. Keanekaragaman capung dalam ekosistem memiliki peranan yang besar seperti: sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati yang memegang peranan penting dalam rantai makanan, sebagai musuh alami, dan sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Sungai Rayow merupakan salah satu habitat capung. Sungai ini terletak di desa Kembes, Kabupaten minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman jenis capung di sungai Rayow, Kembes, Minahasa. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi survey lokasi penelitian, menentukan titik pengambilan sampel, pengambilan sampel, dan identifikasi di laboratorium dengan menggunakan buku identifikasi. Penelitian dilapangan menggunakan metode purposive random sampling. Analisis data meliputi kelimpahan (N), indeks kekayaan jenis (R), indeks Keanekaragaman jenis (H’), dan indeks kemerataan (E). indeks keanekaragaman jenis menggunakan indeks Shanon-wienner. Hasil penelitian ditemukan kelimpahan capung yang ditemukan di sungai Rayow sebanyak 1002 individu, yang terdiri dari 2 sub ordo, 6 familli, 13 genus, dan 21 jenis capung. Indeks keanekaragaman jenis capung tertinggi ditemukan di sungai Kawasan hutan sekunder sebesar 2,67 selanjutnya diikuti sungai area perkebunan 2,57, dan indeks keanekaragaman terendah ditemukan disungai Kawasan pemukiman 2,28. Kesimpulan berdasarkan penelitian capung yang ditemukan di sungai Rayow, Kembes, Minahasa terdiri dari 21 jenis capung. Indeks keanekaragaman capung tertinggi ditemukan pada stasiun 1 yaitu di sungai ekosistem hutan sekunder 2,67 kemudian diikuti oleh sungai Kawasan perkebunan 2,57 dan yang terendah ditemukan di sungai area pemukiman 2,28. Indeks keanekaragaman jenis capung di sungai Rayow, Kembes, Minahasa dikategorikan keanekaragaman sedang.Kata kunci: Capung, Indeks keanekaragaman, Sungai Rayow
PROSPEK PEMANFAATAN BIOPESTISIDA BAKTERI ENTOMOPATOGENIK ISOLAT LOKAL SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI HAMA TANAMAN SAYURAN Ch. L. Salaki; D. Tarore; G. Manengkey
EUGENIA Vol. 19 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.19.1.2013.8375

Abstract

ABSTRACT The utilization efforts of entomopathogenic bacteria as an insecticide is still being developed. One of the potential pathogen, which is developed as a source of insecticide is Bacillus spp. The study aims to determine the level of pathogenicity, and get the pathogenity spectrum isolates in the high virulences against the pests of vegetable crops to be used as a biopesticide candidates. Testing the power to kill larvae isolates of Bacillus thuringiensis against Crocidolomia binotalis, Plutella xylostella and Spodoptera litura was performed by the Method of Ohba and Aizawa. The results showed that, of 21 local isolates B. thuringiensis, there were 15 isolates could cause the mortality of > 50% of the larvae of C. binotalis, 20 isolates toward larvae of P. xylostella and 12 isolates toward larvae of S. litura. The isolates, which could potentially be selected based on the pathogenicity, the candidates will then be developed into a biopesticide for pests control of Crocidolomia binotalis, Plutella xylostella and Spodoptera litura on vegetable crops. Keywords: biopesticide, entomopathogenic bacteria, vegetable plants     ABSTRAK Upaya pemanfaatan bakteri entomopatogenik sebagai insektisida masih terus dikembangkan. Salah satu patogen yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber insektisida adalah bakteri Bacillus spp. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat patogenisitas, spektrum patogensisitas dan mendapatkan isolat yang memiliki virulensi yang tinggi terhadap hama tanaman sayuran untuk dijadikan sebagai kandidat biopestisida. Pengujian daya bunuh isolat Bacillus thuringiensis terhadap larva uji Crocidolomia binotalis, Plutella xylostella dan Spodoptera litura dilakukan dengan Metode Ohba dan Aizawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 isolat B. thuringiensis lokal terdapat 15 isolat yang dapat menyebabkan mortalitas > 50 % terhadap larva C. binotalis, 20 isolat terhadap larva P. xylostella dan 12 isolat terhadap larva S. litura. Isolat yang berpotensi selanjutnya akan diseleksi berdasarkan patogenisitasnya kemudian akan dikembangkan menjadi kandidat biopestisida untuk mengendalikan hama Crocidolomia binotalis, Plutella xylostella dan Spodoptera litura pada tanaman sayuran. Kata kunci : biopestisida, bakteri entomopatogenik, tanaman sayuran
PREFERENSI HAMA KEPINDING TANAH (Scotinophara coartata F) PADA BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI SAWAH Jandrio H. Moonik; J. Manueke; D. Tarore
EUGENIA Vol. 23 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.23.2.2017.16780

Abstract

ABSTRACT Rice Black Bug (Scotinophara coartata F) is one of the most important pests that attack rice crops and has caused major losses. The purpose of this study is to determine the Rice Black Bug preferences in some varieties of rice crops. This research was conducted in Modomang Village, East Dumoga Subdistrict of Bolaang Mongondow Regency from November 2016 - February 2017. This research used Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, namely several varieties of rice field cultivation (Ciherang, Cigeulis, Membramo, Pertiwi and Serayu).Based on the results of this study showed that the population of S. coartata pest with the largest average in Serayu varieties of 6 tails, followed by Membramo 3.75 tail, 3.5 Pertiwi, 3.5 Cigeulis and the lowest Ciherang with an average of 3.25 tailKeywords: preferences, rice black bug pest, varieties plants rice