p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Historiography
Irma Sulistiowati
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan filsafat esensialisme dalam Mata Kuliah Penelitian Pendidikan Sejarah selama masa pandemi di Universitas Negeri Malang Irma Sulistiowati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.165 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p352-363

Abstract

The philosophy of essentialism holds that a stable foundation is needed in the implementation of education. Educators as centers in process of knowledge and moral transfusion. Learners as passive objects who only accept what is taught by the teacher. The pandemic period provides a change in learning from face-to-face in class to online learning. As for the view of essentialism, the role of educators has changed. In history learning, the control and transfusion of historical knowledge of educators cannot be fully carried out on students. The existence of this change, responds pros and cons in society. People who agree give reasons that online learning allows students to gain the freedom to add insight, but still have a stable foundation in history learning. Meanwhile, the opposing community argues that online learning in terms of essentialism reduces the role of educators in controlling and guiding students. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach. The data collection method is observation participant and historical research.  Filsafat esensialisme berpandangan bahwa perlu landasan yang stabil dalam pelaksanaan pendidikan. Pendidik sebagai sentra dalam proses transfusi ilmu dan moral. Peserta didik sebagai objek pasif yang hanya menerima apa yang diajarkan oleh pendidik. Masa pandemi memberikan perubahan pembelajaran dari bertatap muka secara langsung dikelas menjadi pembelajaran online. Adapun dalam pandangan esensialisme peran pendidik menjadi berubah. Pada pembelajaran sejarah kontrol dan transfusi ilmu sejarah pendidik tidak bisa sepenuhnya dilakukan pada peserta didik. Adanya perubahan ini memberikan tanggapan pro dan kontra dalam masyarakat. Masyarakat yang setuju memberikan alasan, bahwa pembelajaran online memberikan kesempatan peserta didik kebebasan dalam menambah wawasan namun tetap memiliki landasan yang stabil dalam pembelajaran sejarah. Sedangkan masyarakat yang menentang berpendapat bahwa pembelajaran online dalam sudut esensialisme mengurangi peran pendidik dalam mengontrol dan membimbing peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data adalah observasi partisipan dan penelitian sejarah.
DUSUN NGGANDUL: CORETAN PILU MASYARAKAT DIAKHIR 1960 DAN PERALIHAN LAHAN KELURAHAN MERJOSARI Irma Sulistiowati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.107 KB) | DOI: 10.17977/um081v1i22021p239-245

Abstract

The administration of a country is divided into several parts to facilitate optimal regulation of a region. Kelurahan Merjosari is one of the areas given autonomous rights by the government to take care of its governmental affairs, to achieve equal welfare for the people of Merjosari. The area of Merjosari village is divided into several hamlets, each hamlet has a naming history according to the history that developed in the area. One of them is the Nggandul hamlet, whose name is related to the high mortality rate in the community in the 1970s by hanging. This behavior is based on several factors, one of which is psychological pressure due to trauma from the G30S / PKI tragedy. The research used a descriptive qualitative approach with data collection techniques, namely heurustics, interview, and literature review.Pelaksaanan administrasi suatu negara, dibagi menjadi beberapa bagian guna mempermudah pengaturan suatu wilayah secara optimal. Kelurahan Merjosari menjadi salah satu wilayah yang diberi hak otonom oleh pemerintah untuk mengurus urusan pemerintahannya sendiri, demi tercapainya kesejahteraan yangmerata bagi masyarakat Merjosari. Wilayah kelurahan Merjosari terbagi dalam beberapa dusun, setiap dusun memiliki sejarah penamaan sesuai dengan sejarah yang berkembang di wilayah tersebut. Salah satunya adalah dusun Nggandul yang sejarah penamaanya dikaitakan dengan tingginya angka kematian masyarakat pada tahun 1970-an dengan cara gantung diri. Perilaku ini didasari oleh beberapa faktor, salah satunya tekanan psikis akibat trauma dari tragedi G30S/PKI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah heurustik, wawancara, dan kajian pustaka.