Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROBLEMATIKA WARIS DAN ‘URF PERSPEKTIF MUHAMMAD SYAHRUR Nailun Najah
IQTISODINA Vol. 2 No. 1 (2020): DESEMBER
Publisher : LPPM IAI Nazhatut Thullab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.79 KB)

Abstract

ABSTRAK ‘Urf adalah salah satu metode istinbath hukum yang kerap kali dipakai di Indonesia, termasuk dalam kewarisan yang ada di Indonesia. Maka tidak heran seringkali kita jumpai istilah waris ‘urfi atau waris adat selama ini. Berbeda dengan waris Muhammad Syahrur, waris ‘urfi tidak lebih dari sebuah metode pembagian harta waris yang dipakai agar terhindar dari perselisihan keluarga tanpa menghapus asal hukum kewarisan yang sudah dijelaskan oleh ulama fiqh. Dari uraian di atas, nampak perbedaan antara waris Muhammad Syahrur dengan waris ulama fiqh klasik. Oleh karena itu penulis terdorong untuk mengkaji permasalahan ini dengan rumusan: (1)Bagaimana konsep pemikiran Muhammad Syahrur tentang waris? (2)Bagaimana upaya rekonsiliasi waris Muhammad Syahrur dengan ‘urf? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan normatif yaitu melakukan analisis-literatur terkait dengan objek penelitian dengan menekankan kepada kebenaran dan keadilan suatu argumentasi yang dijadikan landasan hukum. Penulisan skripsi ini bersifat deskriptif-analitik, yaitu data-data yang ada disusun, digambarkan dan dijelaskan secara rinci lalu dianalisis. Metode analisis penelitian ini adalah Qualitative Content Analysis yang digunakan untuk menemukan dan menganalisis teks atau dokumen untuk memahami makna, signifikansi dan relevansi teks atau dokumen tersebut. Kata Kunci: Problematika, Waris, ‘Urf, Muhammad Syahrur
Dampak Keterlibatan Kiai dalam Politik terhadap Pengembangan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Sabilul Hidayah Bangkalan Nailun Najah
Journal Of Early Childhood And Islamic Education Vol 1 No 1 (2022): JOECIE
Publisher : LP2M STAI MUAFI SAMPANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.406 KB) | DOI: 10.62005/joecie.v1i1.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola keterlibatan KH. Kholilur Rohman dalam politik di pondok pesantren Sabilul Hidayah Bangkalan, bagaimana sistem pendidikan sebelum kiai terlibat dalam politik, serta dampak keterlibatan kiai dalam politik terhadap pengembangan sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologis karena datanya bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterlibatan kiai KH. Kholilur Rohman di bidang politik karena ada suruhan dari para ulama yang lain. Alasan para ulama mencalonkan kiai sebagai bupati karena apabila seorang DPR diangkat dari figur seorang kiai maka kemungkinan besar masyarakat Pamekasan akan menjadi aman. (2) Sebelum kiai terjun dalam politik sistem pendidikan di pondok pesantren Sabilul Hidayah baik tapi sedikit program, di sana hanya ada pembelajaran dan pengajian tidak ada program atau kegiatan yang lain, tidak seperti sekolah atau pondok yang lain. (3) Ada dua dampak keterlibatan kiai di bidang politik terhadap pengembangan sistem pendidikan di pesantren, yaitu dampak positif antara lain, setelah kiai terlibat dalam politik maka pengembangan sistem pendidikan sangat baik, banyak sekali perubahan yang ada di sana, yang awalnya tidak ada sekarang ada, banyak program atau kegiatan yang dilakukan di sana seperti adanya ekstrakurikuler, kursus, dan yang program lainnya. Adapun dampak negatif yakni kurangnya interaksi langsung dari kyai atau pengasuh dengan pesantren atau santri, kurangnya bimbingan langsung dari kiai, tidak aktif atau tidak konsentrasi dalam pembelajaran pesantren.
Implementasi Motivasi Literasi Dalam Surah Al-‘Alaq: 1-5 Di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang Fitrian, Zaglul; Nailun Najah
Journal Of Early Childhood And Islamic Education Vol 3 No 2 (2025): JOECIE
Publisher : LP2M STAI MUAFI SAMPANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62005/joecie.v3i2.175

Abstract

Dalam al-Quran khususnya Surah al-‘Alaq: 1-5 dijelaskan mengenai perintah membaca (literasi). Literasi merupakan simbol yang penting dalam kehidupan manusia, agar manusia memiliki kehidupan yang bermanfaat dan terarah. Perintah membaca dalam al-Quran selaras dan diterapkan di Indonesia dengan perintah literasi yang bertujuan mendongkrak dan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang bermartabat dan berilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) atau disebut juga dengan studi lapangan pada civitas lembaga pendidikan Islam, yakni pesantren. Sebab pesantren sebagai gerbong utama pendidikan Islam di Indonesia yang diharapkan menjadi agen awal untuk membumikan kembali budaya literasi Islam ini. Peneliti menelisik dan menganalisa implementasi motivasi literasi Surah al-‘Alaq: 1-5 di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang dan kesimpulan yang didapat bahwa kegiatan literasi telah diterapkan di lembaga tersebut melalui tiga tahap yaitu: tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran.
Nyalasé and Ecological Awareness: Qur’anic Values and Local Wisdom in Madura Fitrian, Zaglul; Nailun Najah; Ita Wulan Sari
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v23i1.32503

Abstract

Nyalasé is a grave pilgrimage tradition that has long been an integral part of the religious life of the Madurese community. Although previous studies have examined this tradition from anthropological and religious ritual perspectives, its ecological dimension and its relationship with Qur’anic values have received little scholarly attention. This study aims to analyze the relationship between Qur’anic values and local wisdom embedded in the Nyalasé tradition and to explore its contribution to the development of ecological awareness among the Madurese people. The study employs a phenomenological approach and a descriptive qualitative method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with religious and community leaders, and a review of Qur’anic tafsir literature and Islamic ecotheology. The findings reveal that the Nyalasé tradition reflects Qur’anic values that emphasize respect for all of Allah’s creation, human responsibility as khalifah in preserving the environment, and the harmonization of relationships between humans and nature. These values are internalized through the community’s socio-religious practices, fostering an ecological awareness rooted in local culture. This study contributes to the development of Living Qur’an studies and Islamic ecotheology by demonstrating that grave pilgrimage traditions can function as a medium for internalizing Qur’anic values that support environmental conservation. The findings affirm that Nyalasé represents a manifestation of ecological spirituality grounded in local wisdom within the Madurese community.