Muhammad Zulfikar Nur Falah
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan Sains Al-Ishlah Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HERMENEUTIKA EMILIO BETTI: ANALISISNYA ATAS KISAH AṢḤĀB AL-FĪL DALAM TAFSĪR AL-MUNĪR Muhammad Zulfikar Nur Falah
Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran Vol. 5 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20871/tjsq.v5i1.229

Abstract

This article analyzes the story of aṣḥāb al-fīl in Tafsīr Al-Munīr with Emilio Betti's hermeneutics. Meanwhile, in essence, the Al-Qur'an itself contains various kinds of miracles which contain various unseen information and of course the story of the past aṣḥāb al-fīl, cannot be represented and stated rationally sense. The research method in this article uses descriptive analysis obtained through library research, with relevant and reliable sources, such as books, journals, theses, dissertations, and so on. Before obtaining a detailed understanding of Emilio Betti's analysis of Tafsīr Al-Munīr, the author first describes the biography and theory of Emilio Betti's hermeneutics. This is so implicative, because it is able to produce a reflective reinterpretation to be applied critically and systematically. Based on Emilio Betti's hermeneutical analysis, the story of aṣḥāb al-fīl is interpreted by Wahbah Al-Zuhaili by giving nuances of methodological privilege and uniqueness in understanding the meaning contained in the Al-Qur'an. Because it requires an objective interpretation, in Emilio Betti's analysis, Al-Zuhaili quite meets the requirements of his hermeneutic theory, both looking at his linguistic phenomena, emptying himself of any interest, even penetrating the dimensions of reconstruction by including situations and conditions, in addition to both revealing and showing as an interpreter existential in search of meaning, must be aligned with the intent of the author of the text itself.
PEMBENTUKAN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT (RIS) DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN Muhammad Zulfikar Nur Falah; Barda Royyan Hanafi
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.575

Abstract

Penelitian ini menganalisa paradigma sistem kenegaraan di Indonesia dalam bentuk Rebuplik Indonesia Serikat (RIS) dari perspektif Ibnu Khaldun. Negara Indonesia beserta rakyatnya secara hakiki tidak menginginkan prolematika di wilayah setempat semakin kejam. Pembentukan RIS sendiri terurai sebagai kerja rekayasa Belanda. Pembahasan mengenai pembentukan negara Indonesia tidak terlepas dari adanya sistem kenegaraan berlatarbelakang proses yang berkesinambungan. Teori pembentukan negara Ibnu Khaldun berangkat dari hasil rekonstruksi situasi historis yang mendukung terbentuknya sebuah negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembentukan RIS dalam perspektif Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan sumber yang relevan dan realibel, seperti buku, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya. Menjawab rumusan masalah, penelitian ini memberikan hasil bahwa dalam perspektif Ibnu Khaldun, secara keseluruhan, pembentukan negara Indonesia bukan dikemukakan dengan cara pemberontakan, melainkan atas dasar internalisasi pengembangan wilayah. Hal ini kemudian berimplikasi pada kepuasan terhadap kepemilikan sendiri. Dalam pembentukan RIS yang berangkat dari gejolak peperangan ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, sebenarnya Indonesia beserta rakyatnya sudah mengimplementasikan internalisasi gerakan pengembangan wilayah.