Zulkipli Lessy
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Moderasi Beragama Di Lingkungan Sekolah Dasar Zulkipli Lessy; Anisa Widiawati; Daffa Alif Umar Himawan; Fikri Alfiyaturrahmah; Khairiah Salsabila
Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan studi Islam Vol. 3 No. 02 (2022): Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/pdg.03.2.03

Abstract

Penguatan moderasi beragama di Sekolah Dasar (SD) menjadi sebuah keniscayaan karena pada dasarnya siswa SD adalah anak yang sedang dalam fase memahami dan mengetahui serta mulai membedakan antara kebaikan dan keburukan. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi pentingnya sikap moderasi beragama di lingkungan SD. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi analisis kepustakaan (library studies) dengan menganalisis buku-buku atau artikel-artikel jurnal yang signifikan dengan tema. Pembahasan moderasi beragama ini berangkat dari pandangan Azumardi Azra pada tahun 2020 di dalam bukunya yang berjudul “Moderasi Islam di Indonesia” dengan melihat upaya pendidikan nilai dengan dua pendekatan: (1) penanaman nilai (inculcation approach), dan (2) perkembangan moral kognitif (cognitive moral development). Kesimpulan dari telaah artikel ini adalah bahwa siswa SD merupakan siswa yang menghadapi transformasi secara drastis secara mental dan fisik. Mereka mempunyai masalah emosional yang parah apabila tidak diterima dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan pertemanannya (peer). Hal ini menjadi bukti bahwa mereka masih polos sehingga gampang dipengaruhi dan mereka hanya didominasi oleh peran gurunya. Karena itu, sebagai upaya untuk menancapkan landasan yang kokoh pada perkembangan keilmuannya, siswa sekolah dasar harus diwarnai dengan cita-cita moderasi Islami. Upaya menanamkan cita-cita keagamaan pada siswa dimulai dengan memberikan kepada mereka nilai-nilai sebagai berikut: (1) nilai keimanan, (2) nilai ibadah, dan (3) nilai akhlak. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah menerima dan memahami makna moderasi beragama, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip penerapannya.
Konseling Lintas Budaya untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Shilviana Assyifa. S; Cindi Riski Febrianti; Zulkipli Lessy
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.383

Abstract

Komunikasi interpersonal disebut juga sebagai komunikasi antar pribadi yaitu bentuk komunikasi yang terjadi antara individu dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui konseling lintas budaya. Komunikasi interpersonal yang baik diperlukan untuk menjadi penasihat dan konselor yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Lokasi penelitian yang dipilih peneliti adalah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasilnya, ditemukan bahwa di antara enam mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam, masih ada beberapa yang kurang baik dalam komunikasi interpersonal. Beberapa subjek ditemukan masih menggunakan nilai-nilai pribadi saat berkomunikasi dengan mahasiswa yang berbeda suku dengannya dan menyebabkan komunikasi interpersonal tidak objektif. Sebagai calon konselor, mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam harus memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang objektif, karena kelak akan dibutuhkan disaat menjalankan konseling dengan klien yang berbeda budaya. Mahasiswa harus belajar untuk melihat orang lain secara objektif dan mengutamakan sukunya tanpa ada perlakuan yang berbeda hanya karena klien berbeda suku dengan konselor.
The Partnership of Shadow Teachers with Elementary Students with Disabilities: An Islamic Education Perspective Zulkipli Lessy; Yuli Kuswandari; Haresh Dalvi
Bustanul Ulum Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Bustanul Ulum Journal of Islamic Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/bujie.v4i1.583

Abstract

Elementary students with disabilities faced intensified academic, social, and psychological barriers after the coronavirus pandemic. This study explores the approaches used by 12 shadow teachers in partnering with students with disabilities in 10 elementary schools in Yogyakarta, consisting of five urban and five rural schools. Using an exploratory qualitative design, data were collected through three rounds of in-depth interviews, a focus group discussion, and supporting observations and documentation. Participants were recruited voluntarily through a shadow teacher WhatsApp group and snowball referrals. Data were analyzed by repeatedly listening to digital recordings, checking them against verbatim transcripts, verifying field notes with a research assistant, and comparing participants' accounts to identify themes. The findings show that shadow teachers functioned as consultants, facilitators, motivators, and mediators who simplified course content, supported social competence, encouraged self-confidence, and negotiated barriers created by school policy, family poverty, stigma, and limited assessment. From an Islamic education perspective, inclusive schooling requires not only technical accommodation, but also ethical care, compassion, and affirmative recognition of students who are socially marginalized