Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Program Adiwiyata dalam Mewujudkan Nilai-Nilai Pendidikan Islam di MTs Negeri 3 Pamekasan Megawati Fajrin
EDUTHINK: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah is generally seen as an educational institution that is not only oriented towards cognitive development of students, but rather emphasizes the internalization of educational values ​​that can lead to moral nobility and maturity of thinking. Madrasa authority in this case is to guide, foster, and instill the cultivation of environmental care characters. Some natural events in this decade did not occur without cause but were triggered by human activities that exploited natural resources and the environment without limits. To overcome this, one of the steps that can be takento change the way of viewing and human behavior towards nature fundamentally through environmental ethics that can never be separated from the value of Islamic educational perspective. Environmental education, is providing insight into skills in environmental management which have been taught from an early age how to care about the environment, care for the earth, manage waste, use natural resources sparingly. Madrasa as an institution that has the authority to educate, guide, foster and accustom in learning including environmental issues. Islam comes with the value of rahmatanlil-alamin with a concern for the Islamic perspective environment, so adiwiyata is the right solution for life. This type of research is a case study with a qualitative approach. This study examines the value of Islamic education in the adiwiyata program, then the implementation of the adiwiwyata program in realizing the value of Islamic education, and the impact of the adiwiyata program on student behavior in realizing the value of Islamic education.
Bela Negara Dalam Perspektif Islam Taufikurrahman Taufikurrahman; Megawati Fajrin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bela Negara merupakan tekad bersama untuk menjaga, merawat Negara kesatuan hingga melawan koloniasme dari bentuk apapun, dari perang fisik sampai ideologis, dengan ditetapkan pancasila dan UUD 45 sebagai pilar ideologis Negara Indonesia, bertujuan untuk membentengi dari transformasi ideology luar masuk pada prinsip konsepsi Pancasala, karena Pilar-pilar tersebut sudah final dari para leluhur untuk dijadikan pedoman ketika mengalami tantangan dari perubahan zaman. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana konsepsi bela Negara menurut Islam? Kedua, bagaimana menerapkan bela Negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? Sedangkan metode yang dipakai menggunakan pendekatan Content analysis Semiotic dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai data primer dalam menjelaskan variable-variable. Setelah dilakukan kajian secara mendalam ditemukan bahwa Bela Negara sepaham dengan perspektif Al-Quran, dengan adanya Pancasila yang luhur dan dirumuskan oleh Soekarno dengan persetujuan para Ulama di masa dulu, terlebih di masa Nabi Saw. Ada piagam Madinah sebagai tauladan kemaslahatan warga Negara. disamping itu bela Negara di Indonesia sudah sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh islam, dari sistem musyawarah, keadilan, dan kebebasan dengan kode etik yang harus dipatuhi, tapi kemudian yang menjadi masalah adalah seringkali di lapangan tidak se ideal konsepsi teoritis, masih banyak penyimpangan atas nama bela Negara, perlu adanya pendekatan persuasive dalam ranah pendidikan, politik dan kebudayaan untuk tetap menjunjung nilai yang mendukung terhadap kesucian bela Negara. Kata-kata kunci: Bela Negara, Konsep islam dan NKRI
Hakikat Dan Teori Pengetahuan Dalam Konteks Pendidikan Islam: ( Teori Akal Dan Teori Panca Indra) Megawati Fajrin
AL -ALLAM Vol. 1 No. 2 (2020): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.877 KB)

Abstract

"Knowledge will never end, until hearing, sight and human heart still function optimally, it will give birth to new knowledge. Epistemology or philosophy of knowledge is basically also a rational effort to weigh and determine the cognitive value of human experience in its interaction with oneself, the social environment, and the natural surroundings. So epistemology is a discipline that is evaluative, normative, and critical.
Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Akhlak QS. Al-Furqan Ayat 63 di MTs Miftahul Ulum Rek Kerrek Laok Palengaan Pamekasan Ali Wafa; Mohamad Thoyyib Madani; Mat Sahri; Megawati Fajrin; Fatimatus Zahroh
AL -ALLAM Vol. 3 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.002 KB)

Abstract

This study aims to describe and analyze the internalization of moral education values ​​contained in QS. Al-Fuqan verse 63 in MTs Miftahul Ulum Rk-Kerrk. The internalization of values ​​of moral education is an urgent matter to continue to be integrated in the learning process. These values ​​are in line with the regulations on character education. Until now, education has become a national discussion because of the many immoral acts of violence, especially among students and even college students. The research method used is qualitative. The data collection techniques of this research were in-depth interviews with informants; intensive observation and observation; and documentation study of relevant documents. The data analysis of this research is to reduce the data to accommodate some data that are considered relevant; presentation of data through relevant qualitative data; and drawing conclusions that lead to the final result. The result of this research is the internalization of QS moral education values. Al-furqan verse 63 is: through habituation of humility; habituation does not say dirty; through exemplary shaking hands; and the habit of reading the Koran before lessons. Constraints on internalizing the values ​​of QS moral education. Al-furqan verse 63 is: lack of awareness of students; lack of parental support; and the lack of binding rules from madrasas.
PEMBINAAN REMAJA SADAR PELESTARIAN LINGKUNGAN BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM DI SMP ISLAM NURUL MUTAALLIMIN BAJUR PAMEKASAN Fajrin, Megawati
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/alkhidmah.v4i2.7578

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan berbasis pendidikan Islam. SMPI Nurul Mutaallimin dipilih sebagai lokasi sebab berpotensi untuk bisa memadukan nilai-nilai agama dan penerapan upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini meliputi edukasi lingkungan dengan cara mempelajari dan mendiskusikan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi, serta praktek secara langsung melakukan penghijauan dan pengelolaan serta daur ulang sampah di lingkungan masing-masing. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan sesuai dengan ajaran Islam.
Landasan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam: Landasan Filosofis, Sosiologis, dan Teknologis Wafa, Ali; Sahri, Mat; Fajrin, Megawati
AL -ALLAM Vol. 4 No. 2 (2023): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to describe and analyze curriculum development based on philosophical, sociological and technological foundations in schools and madrasas. Curriculum development must pay attention to this foundation, because the curriculum is a guide for implementing learning. In developing the curriculum as a document for implementing learning in schools and madrasas, it must pay attention to Pancasila values ​​and traditional values ​​found in the surrounding community. This research uses a qualitative approach with library research. Data sources in this research, researchers used primary data sources and secondary data. Primary data sources include book reference studies, journal articles, the internet and other relevant ones. Meanwhile, secondary data sources in this research are other reference sources which still have relevance to the research focus, namely: the basis for developing the Islamic education curriculum: philosophical, sociological and technological. Then, content was analyzed from several primary and secondary data sources. The aim of this research is to reveal the philosophical, sociological and technological foundations for developing the Islamic education curriculum.
HAKIKAT DAN PRINSIP ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN Megawati Fajrin; Taufikurrahman
El-Fata: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eft.v3i01.218

Abstract

Islam Rahmatan Lil Alamin adalah ajaran Islam bertujuan untuk  mempromosikan maslahat, kebaikan, dan perdamaian global untuk semua makhluk hidup dan juga semua orang. Menemukan hakikat keislaman Rahmatan Lil'amin dan ajaran Islamnya merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kajian literatur dan analisis sumber-sumber ilmiah yang berkaitan dengan Islam digunakan dalam penelitian ini (Ramatan lil Alamin). Temuan menunjukkan bahwa Islam adalah agama kebaikan kosmis. Islam itu unik karena merupakan agama yang memberkati seluruh alam sambil meningkatkan agama lain. Agama-agama telah melalui berbagai fase ujian sepanjang sejarah, dari ujian masa jahiliyah hingga zaman modern. Al-'lamn mengacu pada segala sesuatu di alam, termasuk orang-orang kafir, tumbuhan, hewan, dan jin, sedangkan rahmat adalah nikmat Allah. Kehadiran Nabi Muhammad adalah untuk kebaikan semua orang. Karena dia memperkenalkannya pada cahaya tauhid dan prinsip-prinsip moral dan mengilhami dia untuk tidak pernah berhenti belajar, Nabi Muhammad dipandang sebagai rahmat. Oleh karena itu, Al-Qur'an menyeru umat Islam untuk mengikuti jejak rasulnya dengan menebarkan kebaikan kepada seluruh alam untuk menumbuhkan pemikiran yang baik, tenang, dan ceria. Saya berharap temuan penelitian ini dapat digunakan untuk lebih meningkatkan kesadaran untuk berbaik hati kepada seluruh alam karena dunia semakin mengalami krisis cinta dan penuh dengan individualitas
Islamic Education through Religious Moderation for the Development of National Character Fajrin, Megawati
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v8i2.1969

Abstract

This study aims to: 1) identify the forms of religious moderation instilled at MTs Negeri 3 Pamekasan in building national character; 2) identify factors influencing students’ enthusiasm for religious moderation; and 3) analyze the implications of religious moderation for shaping students' national character. This study employs a qualitative approach with field research as its method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and data verification. The findings indicate that religious moderation is fostered through school culture (such as habits promoting good manners), student orientation programs (MATSAMA), intra- and extracurricular activities (e.g., ceremonies, scouting, and social services), and an integrated curriculum. Supporting factors include the pesantren environment, school culture, family support, and positive relationships within the school community. The implications of religious moderation include fostering mutual respect, unity, cooperation, empathy, and strengthening students' moral values and social behavior.
Pendidikan Multikultural: Membangun Harmonisasi dan Kerukunan Melalui Penguatan Nilai Toleransi Di Desa Mojorejo Kota Batu Jawa Timur Taufikurrahman, Taufikurrahman; Fajrin, Megawati; Ali Efendi, M Sabilal; Riswan, Mokhamad
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 11 No. 2 (2022): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v16i02.6334

Abstract

Religious tolerance is evidenced by the unification of society through togetherness. This indicates that the religious phenomenon that exists as a reality in the midst of society gets a positive response so it is interesting to study. Meanwhile, on the other hand, the discourse of strengthening the harmonization of plural society which is manifested in the attitude of religious tolerance, was born and proclaimed by various parties. Mojorejo Village, Batu City managed to get appreciation from the Batu City government in the form of giving an award as "Village of Awareness of Religious Community Harmony and Village of Peace". This success is a proud achievement, considering that the heterogeneous typology of the people in Mojorejo village is quite high. Methodologically, this research uses a qualitative approach with the type of case study. Data collection techniques in this study include: interviews. observation and documentation through the media, archival records. Data Validity Test Extended observations, Increases persistence, and Triangulation The results and conclusions are the ideological dimensions, the values ​​of Islamic religious teachings, Taswasut, Tasamuh, Ta'adul, the values ​​of Buddhist teachings, love of metta, sympathy mudita, balanced mind upekkha, values ​​of Christian teachings, love, patience, responsibility. ideological dimensions: the value of Islamic religious teachings taswasut, tasamuh, ta'adul, the value of Buddhist teachings of love metta, sympathy mudita, balanced mind upekkha, Christian religious values ​​of love, patience, responsibility, dimensions of knowledge, tolerance, awareness, togetherness, mutual cooperation. dimensions of experience, interfaith prayer together, village salvation, village clean, dance studio. dimensions of consequences/effects, agro-agricultural economics which accommodates and buys and sells farmers' income, social work together to build villages, clean villages, religious friendship between communities, takziah, interfaith prayer together, village salvation. politics (honest, fair, clean and transparent. dance studio culture
Implementasi dan Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di SMP Islam Nurul Mutaallimin Bajur Pamekasan Fajrin, Megawati
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja menjadi tahapan pertama yang sangat penting bagi tumbuh kembang seorang pelajar, dan hal ini dalam hal ini fenomena yang berkemabnag adalah karakter siswa/ peserta didik sedang mengalami dekadensi moral. diantaranya pergaulan bebas, ugal-ugalan, narkoba dll. Dalam hal ini SMP dalam mata pelajaran aqidah akhlak memiliki peran besar dalam menannggulangi hal tersebut, khususnya dalam nilai-nilai keislaman. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di SMPI Nurul Mutaallimin Bajur Pamekasan. Pegumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaa implementasi pembentukan karakter dalam mata pelajaran aqidah akhlak adalah ) membuat dan merancang perencanaan pembelajaran seperti RPP, Silabus, dalam hal ini desain yang digunakan pula harus sesuai dengan kondisi peserta didik (2), Penerapan pembentukan karakter pada mata pelajaran akidah akhlak adalah mengacu pada aturan tat tertib di sekolah tersebut, salah satuya dalam proses pembelajaran yang juga mengacu pada KKM sekolah,(3), Eevaluasi dalam pembentukan karakter ini berupa ujian, tugas harian, UTS, UAS yang mengacu pada ketuntasan kriteria minimal (KKM). (4) Peran guru dalam implementasi pembentukan karakter dalam mata pelajaran akidah akhlak itu sangat kuat sebab memang masih dalam lingkup pesantren yang menjungjung tinggi adab kepada guru.