Diani Maryani
Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR PENCETUS TERJADINYA RUPTUR PERINEUM Wida Wisudawati; Diani Maryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i1.91

Abstract

Berdasarkan latar belakang, ruptur perineum penyebab perdarahan tersering pada persalinan dan memerlukan perhatian khusus karena dampaknya akan lebih tinggi jika tidak ditanggulangi yaitu perdarahan dan kematian. Data penelitian di BPS “Y” jumlah persalinan pada tahun 2020 mencapai 87 kasus, dan yang mengalami ruptur perineum sebanyak 73 (84%) kasus baik yang mengalami ruptur perineum spontan maupun ruptur perineum buatan (episiotomi), sedangkan pada periode bulan Januari s.d Oktober tahun 2021 mencapai 112 kasus, dan yang mengalami ruptur perineum sebanyak 87 (77,6%) kasus baik yang mengalami ruptur perineum spontan maupun ruptur perineum buatan (episiotomi), data 2 tahun terakhir menunjukan angka yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian tentang hubungan antara faktor ibu dan faktor janin dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di BPS “Y” Tangerang tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu dan faktor janin dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di BPS “Y” Tangerang tahun 2021 dengan cara melihat data status pasien. Penelitian ini menggunakan 71 sampel ibu bersalin yang mengalami rupture perineum. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara paritas ibu (P value = 0.015), usia ibu (P value = 0,004), partus presipitatus (P value = 0,000 dan berat janin (P value = 0,000) dengan ruptur perineum pada ibu bersalin
PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI KALANGAN SISWA SMA WILAYAH KOTA TANGERANG Diani Maryani; Liza Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i2.98

Abstract

Pernikahan dini pada remaja masih banyak terjadi pada masyrakat di berbagai daerah di Indonesia. Remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang diawali dengan puberitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang pernikahan dini yang dilihat dari aspek Pendidikan orang tua, sumber informasi, pendapatan dan budaya. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik. dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dengan menggunakan 23 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tinggi hanya 22% dibandingkan yang berpendidikan rendah sebesar 78%. Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara Pendidikan orang tua (Pvalue= 0,008), sumber informasi (Pvalue= 0,007), pendapatan (Pvalue= 0,021) dan budaya (Pvalue= 0,013) terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini. Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang pernikahan dini kepada remaja.
Status Gizi Dalam Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Personal Sosial dan Bahasa Pada Anak Usia Toddler Diani Maryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.106

Abstract

Perkembangan anak pada tahap awal 1-3 tahun sangat penting karena akan mendasari dan menentukan proses perkembangan selajutnya. Status gizi merupakan salah satu hal yang berpengaruh terhadap perkembangan anak terutama pada saat perkembangan anak berjalan sangat pesat pada usia Toddler (1-3 Tahun). Penilaian perkembangan dapat menggunakan salah satu tes skrining yaitu Denver II untuk mendeteksi dini adanya perkembangan yang normal atau berisiko mengalami keterlambatan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah apakah ada hubungan status gizi dengan perkembangan motorikkasar, motorik halus, personal sosial, dan bahasa pada anak usia toddler di Kelurahan Bojong Jaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain korelasi prediktif. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan estimasi besar sampel yakni 187 Toddler. Mayoritas responden pada penelitian ini memiliki status gizi kurang (60%) normal yang mengalami motorik kasar, Gizi Baik (40%) normal yang mengalami motorik kasar, gizi kurang (3.3%) normal yang mengalami motorik halus, gizi baik (71.9%) normal yang mengalami motorik halus, gizi lebih (2,5%) normal yang mengalami motorik halus, gizi kurang (3,8%) normal yang mengalami bahasa, gizi baik (2.2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara Status gizi dengan perkembangan Toddler p=0,0003 lebih kecil dari α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa menunjukkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini memiliki Status gizi normal dan perkembangan Toddler berada pada kategori normal, serta ada hubungan antara Status gizi dengan perkembangan Toddler. Petugas kesehatan diharapkan melakukan skrining perkembangan untuk menilai dini perkembangan Toddler dan para orang tua diharapkan memperhatikan Status gizi dan perkembangan.