Berdasarkan latar belakang, ruptur perineum penyebab perdarahan tersering pada persalinan dan memerlukan perhatian khusus karena dampaknya akan lebih tinggi jika tidak ditanggulangi yaitu perdarahan dan kematian. Data penelitian di BPS “Y” jumlah persalinan pada tahun 2020 mencapai 87 kasus, dan yang mengalami ruptur perineum sebanyak 73 (84%) kasus baik yang mengalami ruptur perineum spontan maupun ruptur perineum buatan (episiotomi), sedangkan pada periode bulan Januari s.d Oktober tahun 2021 mencapai 112 kasus, dan yang mengalami ruptur perineum sebanyak 87 (77,6%) kasus baik yang mengalami ruptur perineum spontan maupun ruptur perineum buatan (episiotomi), data 2 tahun terakhir menunjukan angka yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian tentang hubungan antara faktor ibu dan faktor janin dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di BPS “Y” Tangerang tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu dan faktor janin dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di BPS “Y” Tangerang tahun 2021 dengan cara melihat data status pasien. Penelitian ini menggunakan 71 sampel ibu bersalin yang mengalami rupture perineum. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara paritas ibu (P value = 0.015), usia ibu (P value = 0,004), partus presipitatus (P value = 0,000 dan berat janin (P value = 0,000) dengan ruptur perineum pada ibu bersalin
Copyrights © 2022