Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Kinerja Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dengan Balance Scorecard Nanda Dwi Irmadiani; Mochamad Hangga Novian; Erna Silviana
Serat Acitya Vol 12, No 1 (2023): Bisnis dengan berketuhanan
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sa.v12i1.3745

Abstract

Sesuai Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, ketersediaan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berorientasi kepada kepuasan pasien merupakan tuntutan yang harus dipenuhi rumah sakit. Hal ini berarti bahwa rumah sakit dituntut untuk memiliki kinerja yang baik.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis,  menguji,  dan  mengukur  kinerja Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dengan menggunakan Balance Scorecard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi laporan keuangan, laporan rekam medik dan laporan  SDM tahun  2019  –  2021.  Data primer  diperoleh  melalui  penyebaran kuesioner kepada pasien dan pegawai rumah sakit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rumah sakit dari perspektif keuangan pada tahun 2019 – 2021 secara umum baik, namun untuk total assets turnover ratio dan CRR masih dibawah standar. Kinerja rumah sakit dari perspektif pelanggan pada tahun 2019 – 2021 sudah baik. Kinerja dari perspektif proses bisnis internal tahun 2019 – 2021 kurang baik, dimana persentase nilai BTO, GDR, dan NDR sesuai dengan standar Permenkes Nomor 1171 Tahun 2011. Kinerja dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran pada tahun 2019 – 2021 menunjukkan kinerja yang baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kinerja RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dilihat dari 4 perspektif Balance Scorecard adalah cukup baik. Manajemen perlu memberikan perhatian khusus terhadap pengukuran indikator yang kurang baik maupun cukup baik agar dapat ditingkatkan, dan mempertahankan penilaian terhadap indikator yang baik guna meningkatkan kinerja rumah sakit di masa yang akan datang.Kata Kunci: Kinerja, Balanced Scorecard, RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota SemarangAbstractIn accordance with the 1945 Constitution article 28 H paragraph (1) everyone has the right to receive health services. Therefore, the availability of health services that are equitable, quality and oriented to patient satisfaction is a demand that must be met by hospitals. This means that hospitals are required to have good performance.This study aims to analyze, test, and measure the performance of the Semarang City General Hospital using the Balanced Scorecard. This type of research is descriptive quantitative. The data collected are secondary data and primary data. Secondary data was obtained from documentation of financial reports, medical record reports and HR reports for 2019-2021. Primary data was obtained by distributing questionnaires to patients and hospital staff.The results of the study show that the hospital's performance from a financial perspective in 2019 – 2021 is generally good, but the total assets turnover ratio and CRR are still good. Hospital performance from a customer perspective in 2019 – 2021 has been good. Performance from the perspective of internal business processes in 2019 – 2021 is good, where the percentage of BTO, GDR and NDR values are not in accordance with the Minister of Health Regulation Number 1171 of 2011. Performance from a growth and learning perspective in 2019 – 2021 shows good performance. So, it can be concluded that the performance of Semarang City Hospital K.R.M.T Wongsonegoro seen from 4 Balance Scorecard perspectives is quite good. Management needs to pay special attention to measuring indicators that are not good or good enough so that they can be improved, and maintain an assessment of good indicators to improve hospital performance in the future.Keywords: Performance, Balanced Scorecard, Semarang City Hospital K.R.M.T Wongsonegoro 
IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI DAN PENINGKATAN PENANAMAN MODAL DI KOTA SEMARANG Rahmad Purwanto Widiyastomo; Mochamad Hangga Novian
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 19 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v19i2.583

Abstract

Implementasi reformasi birokrasi di Kota Semarang menunjukkan hasil yang baik diktahui dari hasil penilaian Kementerian Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Biroktasi tahun 2021 menunjukkan hasil terbaik diantara 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kinerja reformasi birokrasi di Kota Semarang terbukti dengan penataan birokrasi yang efektif dan efisien, capaian birokrasi yang Tangguh dan penyelenggaraan pelayanan prima yang makin baik dengan dibentuknya Mal Pelayanan Publik Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan hubungan pelayanan perizian terpadu yang cepat, mudah, proses sederhana berbasis pelayanan secara elekronik dan relevansinya dengan meningkatnya penanaman modal di Kota Semarang. Peningkatan penanaman modal baik penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri termasuk usaha mikro, kecil, menengah melalui pelayanan perizinan secara terpadu. Peningkatan penanaman modal ternyata didukung melalui promosi, menumbuhkan iklim berusaha. Ketersediaan sarana dan prasarana pengembangan bisnis dan usaha serta kondisi masyarakat yang toleran dan inovatif di Kota Semarang mendorong tumbuhnya dunia usaha dan penanaman modal.