Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KESELAMATAN MELEWATI PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API BAGI PENGEMUDI TRUK MUATAN BERAT ATAU BUS UMUM Edi Nyoto Marsusiadi; Sapto Priyanto; Dimas Adi Perwira; Sunardi Sunardi; Erifendi Churniawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i11.1949

Abstract

Kereta api konvensional digunakan untuk angkutan massa yang sering bersinggungan dengan jalan raya. Truk muatan berat dan bus sering menciptakan masalah di perlintasan sebidang kereta api karena dimensi dan beban kendaraan. Kejadian kemacetan dan kecelakaan lalu lintas sering terjadi di perlintasan ini, terutama saat kereta api melintas. Pengemudi sering tidak sabar dan tidak memahami perbedaan pengereman antara mobil dan kereta api, yang menyebabkan masalah keselamatan di perlintasan kereta api. Tujuan dari penelitian ini adalah Memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pengemudi truk/bus umum ketika melewati perlintasan sebidang kereta api agar mengerti dan memahami rambu-rambu yang ada maupun yang tidak ada di sekitar perlintasan sebidang kereta api. Memberikan pemahaman untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sendiri maupun orang lain dalam berkendara di pintu perlintasan sebidang kereta api. Metode yang digunakan adalah memberikan pemahaman melalui wawancara tentang etika berkendara dan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. Selain itu, ada kerjasama dengan pihak otoritas pengelola terminal/regulator yang terkait. Hasil dari penelitian ini di mana Kondisi selamat dapat diwujudkan dengan berbagai cara, niatkan untuk berperilaku hati-hati untuk tujuan keselamatan, ikuti aturan berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada , jika berada di perlintasan sebidang resmi di jaga ataupun tidak dijaga, apalagi pintu perlintasan liar kereta api, tetaplah waspada dan berhati-hati.
Harmonization of Legal Policies Regulating Minimum Standards for Transportation of People on Electric Rail Trains Erifendi Churniawan; Atir R R Siti Kuswati; Windi Nopriyanto
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 4 (2024): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i4.132

Abstract

There is disharmony in the Minister of Transportation Regulation on Minimum Train Services, which is disharmonious, as are the provisions in the Railway Traffic Regulation and the Railway Law. This can occur because each formulator of the Railway Law, Railway Traffic Regulation, and Minister of Transportation Regulation on Minimum Train Services is a different institution. This has the potential to cause disharmony in the legislation and affect its implementation, which is not optimal. This research discusses efforts to formulate legal harmonization so that the regulations in the Minister of Transportation of Minimum Train Services, the Railway Law, and the Railway Traffic Regulation can be in line and facilitate their implementation. This research is normative legal research. As a normative legal research, the main focus is on the analysis aspect of laws and regulations. The approaches used in this research are statutory approach and conceptual approach. The research results are legal disharmonization in the policy of setting the minimum standard of transportation of people on KRL disharmonization occurs vertically. The main factor that causes legal disharmony is the existence of sectoral ego in each agency. Therefore, the sectoral ego in each agency can be overcome by structured and coordinated coordination to ensure excellent and interrelated rules. The effort is to carry out vertical harmonization by involving various related agencies. This is to ensure that one rule and another rule have the same spirit and orientation so as not to cause problems in practice.