Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK MENJADI ECOENZYM PADA WARGA DESA KALIPECABEAN CANDI SIDOARJO DALAM UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT ECO-COMUNNITY Marmi Marmi; Sunaryo Sunaryo; Dina Chamidah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6: Nopember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i6.3873

Abstract

Tingkat pengelolaan sampah pada masyarakat desa Kalipecabaean , Candi, Sidoarjo masih tergolong rendah , hal ini perlu dilakukan pemberdayaan dalam bentuk aksi edukasi masyarakat dalam pengelolan Sampah . Pengelolaan sampah organik yang lebih efektif yaitu dengan membuatnya menjadi Eco Enzyme . Eco-enzyme merupakan cairan coklat yang beraroma asam hasil fermentasi dari bahan gula merah atau molase dengan tambahan limbah sayuran atau buah-buahan dan air dengan perbandingan 1 : 3: 10 yang difermentasi selama 3 bulan. Pengelolaan Limbah Organik menjadi Eco-Enzyme pada Warga Desa Kalipecabean Candi Sidoarjo diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan aktifitas pengelolaan sampah organik menjadi produk Eco-enzyme dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari akan terwujudnya masyarakat Eco-Community. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Biologi ini juga diharapkan mampu membuka wawasan/mengedukasi ibu rumah tangga agar dapat memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Manfaat lainnya, para ibu rumah tangga memiliki aktivitas baru, bisa lebih menghemat karena bisa menghasilkan alternatif produk alami untuk cairan pembersih, desinfektan, dan pupuk organik di masa pandemi. Selain itu dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan secara tidak langsung membantu para petugas kebersihan dalam memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan anorganik. Melalui kegiatan ini juga diharapkan para ibu rumah tangga bisa semakin kreatif dan inovatif dalam mengolah sampah/limbah rumah tangga kedepannya.
The Importance of Understanding Learning Models for Prospective Agriculture Vocational High School Teachers Dwi Haryanta; Pramita Laksitarahmi Isrianto; Marmi Marmi; Sunaryo Sunaryo; Endrayana Putut Laksminto Emanuel
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i1.8729

Abstract

This study aims to examine the ability of teacher professional program students to identify instructional problems and formulate effective solutions through classroom action research, and develop a reflective learning model based on classroom action research findings to support teachers’ professional development. This qualitative research design adopted a transcendental phenomenological approach and involved 17 prospective Vocational High School (VHS) teachers participating in the Teaching Practicum Program in Purwosari, Pasuruan, and Gondang, Nganjuk. They were selected purposively based on data accessibility. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews and analyzed to identify patterns in problem identification, instructional decision-making, and the effectiveness of learning models implemented. The results showed that teachers improved their teaching practices by implementing student-centered strategies, such as project-based and problem-based learning, as well as other context-responsive approaches. The development of adaptive learning models that address both teacher and student needs led to improvements in average student achievement and higher completion rates of learning materials. The findings suggest that instructional quality in VHS, particularly in agribusiness, can be strengthened through the systematic application of reflective learning models grounded in classroom action research. Teachers should emphasize the development of classroom action research competencies to enable prospective teachers to diagnose instructional challenges and implement evidence-based solutions effectively.