Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komposisi Optimal Campuran Bata Ringan Silica Fume Berdasarkan Kuat Tekan Rizki Zulapriansyah; Reni Suryanita; Harnedi Maizir
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata ringan seluler adalah bata ringan berpori dimana pembentukan pori dilakukan secara mekanika melalui penambahan senyawa pembusa (foaming agent). Jumlah pori yang banyak dan juga besar pada bata ringan seluler membatasi kekuatan dari bata ringan tersebut. Silica fume adalah bahan pengganti semen yang mampu meningkatkan nilai kuat tekan beton karena meningkatkan daya ikat antar agregat. Penelitian ini bertujuan mengkaji komposisi optimal campuran bata ringan seluler dengan silica fume berdasarkan nilai kuat tekan. Pengujian pada bata ringan meliputi uji kuat tekan pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Perencanaan komposisi campuran bata ringan mengacu pada Modul Kementerian Pekerjaan Umum untuk teknologi timbunan material ringan mortar-busa untuk kontruksi jalan. Terdapat 5 variasi komposisi bata ringan berdasarkan perbedaan persentase silica fume terhadap jumlah semen yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan terbesar pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari adalah kuat tekan komposisi ke 3 dengan komposisi silica fume sebanyak 1% dari berat semen. Kuat tekan variasi ke 3 pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 0,35 MPa, 0,57 MPa, 0,77 MPa, 0,83 Mpa dan 0,87 MPa. Penelitian ini penting dilakukan sebagai masukan kepada produsen bata ringan agar dapat mengetahui pengaruh silica fume terhadap kenaikan kuat tekan bata ringan serta komposisi optimal dari silica fume pada bata ringan konvensional.
KAJIAN PENGARUH LAPISAN MEDIA PADA NON-VEGETATED SWALE SEBAGAI FILTER LARUTAN PUPUK NPK Zulapriansyah, Rizki; Supraba, Intan; Azis, Muhammad Mufti
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol14.iss2.art4

Abstract

Penggunaan pupuk NPK pada lahan pertanian secara berlebihan mengakibatkan banyak pupuk tidak terserap sehingga terbawa masuk ke perairan oleh limpasan air permukaan saat hujan dan menyebabkan eutrofikasi. Unsur hara anorganik Nitrogen (N) dan Fosfor (P) menjadi nutrisi bagi alga sehingga menyebabkan tumbuhnya alga yang berlebihan pada perairan atau biasa disebut algae bloom. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh jenis dan tinggi lapisan media pada non-vegetated swale dalam menyaring parameter Nitrogen (N) dan Fosfor (P) yang berasal dari larutan pupuk NPK komersial. Metode yang diterapkan adalah dengan menyiramkan aliran air larutan pupuk NPK melalui non-vegetated swale dengan dua ketebalan lapisan yang berbeda. Konsentrasi masuk larutan NPK yaitu 123,77-124,77 mg/l fosfat, 16,54-16,72 mg/l amoniak serta kandungan nitrat dan nitrit yang kecil. Aliran air larutan pupuk NPK sebelum dan sesudah melalui non-vegetated swale diambil sampelnya yang kemudian diuji dengan alat spektrofotometer untuk mengetahui perbedaan kandungan fosfat, nitrat, nitrit dan amonianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua non-vegetated swale memiliki kemampuan menyaring konsentrasi fosfat pada larutan air pupuk NPK yang sangat baik, keduanya mampu mengurangi konsentrasi fosfat hingga 120 mg/l. Hasil pengukuran nitrat dan nitrit menunjukkan kenaikan sekitar 5 mg/l, sedangkan kandungan amoniak turun sekitar 16 mg/l. Hal ini menunjukkan terjadinya proses nitrifikasi dan menunjukkan bahwa kedua non-vegetated swale pada penelitian ini memiliki kemampuan penyaringan N yang belum optimal.