Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEPEDULIAN KEBERSIHAN PANTAI GORONTALO DI LABUAN BAJO DALAM MEMPERINGATI WORLD OCEAN DAY Roseven Rudiyanto; Elisabeth Klara Sekar Cahyani; Irna Karina Josephine Kaban; Kusnanto Kusnanto; Joana Viviani
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v5i2.5015

Abstract

This community service activity was carried out to commemorate World Ocean Day 2022 in Labuan Bajo in the form of a clean Gorontalo Beach on Saturday, June 11, 2022. The activity was attended by 268 participants who were representatives of the Provincial Government of NTT, West Manggarai. The district government, industry, academics, students and teachers from elementary schools around Gorontalo Beach and Labuan Bajo, Bank Indonesia NTT, and the surrounding community. Gorontalo Beach is a destination for local tourists, but the condition is a lot of garbage. The focus of the implementation of activities in the Gorontalo Beach area is 1.1 km long and is divided into ten regions for ten teams. This beach cleaning activity also teaches participants that the collected waste can be divided into three types, namely residual waste, economic value plastic waste, and plastic bottle caps. The amount of waste collected from this activity was 34 kg of plastic waste, 4.8 kg of plastic bottle caps, and 242 kg of residual waste. The collected waste is then transported to be transferred to the next process. In addition, there was an educational session for elementary school students by holding a quiz with prizes on waste management. Based on the evaluation of activities, organic waste in the form of wood and trunks of large trees was also found on Gorontalo Beach. Suggestions that can be made based on these conditions are the use of heavy equipment for cleaning tree trunks to be effective and efficient. In addition, organic waste can be used as raw material for wood crafts and fuel for production houses, such as tofu and brick production.
Tinjauan Penerapan Konsep Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (Studi Kasus: Kabupaten Manggarai Barat): Review of the Implementation of the Sustainable Tourism Destination Concept (Case Study: West Manggarai Regency) Roseven Rudiyanto; Elisabeth Klara Sekar Cahyani
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.3398

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat dengan Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata super prioritas yang menerapkan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan membutuhkan pemantauan yang menyeluruh. Salah satu standar dan pedoman yang dapat digunakan sebagai pemantauan penerapan pariwisata berkelanjutan pada suatu wilayah ialah Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang telah mengadaptasi perubahan pada Standar Pariwisata Berkelanjutan kriteria destinasi yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Selain itu, penelitian ini diharapkan akan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan upaya dalam penerapan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan metode mix method exploratory design procedures. Data dikumpulkan melalui serangkaian wawancara dan kemudian dianalisis menggunakan skala penilaian 1 hingga 4, mengadaptasi dari Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) yang awalnya digunakan untuk mengevaluasi desa wisata. Analisis data difokuskan pada struktur Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang terdiri dari empat bagian, yaitu 1) Pengelolaan Berkelanjutan, 2) Keberlanjutan Sosial Ekonomi, 3) Keberlanjutan Budaya, dan 4) Keberlanjutan Lingkungan. Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas dan memiliki citra pariwisata berkelanjutan sehingga dibutuhkan instrumen monitoring dan evaluasi terstandarisasi. Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan ini dapat dijadikan sebagai instrumen monitoring dan evaluasi upaya pemenuhan konsep pariwisata berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat. Penerapan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat telah mencakup seluruh bagian dari Pedoman Pariwisata Berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan dan kajian yang telah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian, penelitian ini memiliki tantangan, yaitu ketersediaan data yang terdokumentasi sebagai pemenuhan indikator pada Pedoman Pariwisata Berkelanjutan.