Kabupaten Manggarai Barat dengan Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata super prioritas yang menerapkan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan membutuhkan pemantauan yang menyeluruh. Salah satu standar dan pedoman yang dapat digunakan sebagai pemantauan penerapan pariwisata berkelanjutan pada suatu wilayah ialah Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang telah mengadaptasi perubahan pada Standar Pariwisata Berkelanjutan kriteria destinasi yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Selain itu, penelitian ini diharapkan akan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan upaya dalam penerapan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan metode mix method exploratory design procedures. Data dikumpulkan melalui serangkaian wawancara dan kemudian dianalisis menggunakan skala penilaian 1 hingga 4, mengadaptasi dari Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) yang awalnya digunakan untuk mengevaluasi desa wisata. Analisis data difokuskan pada struktur Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang terdiri dari empat bagian, yaitu 1) Pengelolaan Berkelanjutan, 2) Keberlanjutan Sosial Ekonomi, 3) Keberlanjutan Budaya, dan 4) Keberlanjutan Lingkungan. Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas dan memiliki citra pariwisata berkelanjutan sehingga dibutuhkan instrumen monitoring dan evaluasi terstandarisasi. Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan ini dapat dijadikan sebagai instrumen monitoring dan evaluasi upaya pemenuhan konsep pariwisata berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat. Penerapan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat telah mencakup seluruh bagian dari Pedoman Pariwisata Berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan dan kajian yang telah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian, penelitian ini memiliki tantangan, yaitu ketersediaan data yang terdokumentasi sebagai pemenuhan indikator pada Pedoman Pariwisata Berkelanjutan.
Copyrights © 2025