Mutiara Rishela Lukeny Armajaya
Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENERAPAN KEBIJAKAN ZERO OVER-DIMENSION DAN OVER LOADING (BEBAS UKURAN LEBIH DAN MUATAN LEBIH) DI INDONESIA Mutiara Rishela Lukeny Armajaya
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2022): November
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i12.421

Abstract

Angkutan barang merupakan tulang punggung dalam kegiatan perdagangan dan industri. Namun, pelaksanaan pengangkutan barang terdapat pelanggaran seperti ukuran kendaraan yang melebihi dimensi yang diperbolehkan (Over-Dimension) dan berat muatan melebihi kapasitas yang diperbolehkan (Over-Loading). Mengingat dampak negatifnya terhadap kerusakan jalan, kemacetan, dan bahkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, Pemerintah berupaya untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran terkait dengan kelebihan dimensi maupun berat angkutan barang melalui kebijakan Zero ODOL. Namun demikian, implementasi Zero ODOL di Indonesia telah mengalami beberapa kali penundaan hingga tahun 2023. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif (applied law research), penelitian ini menganalisis faktor-faktor apasaja yang menghambat implementasi Zero ODOL di Indonesia, serta apakah peraturan yang ada telah efektif dalam menegakkan Zero ODOL. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa penerapan Zero ODOL terhambat akibat faktor ekonomi, ketidakefektifan produk hukum yang ada, serta pandemi Covid-19. Selain itu, tidak tersedianya pengenaan sanksi yang memadai untuk pelanggaran Zero ODOL mengakibatkan rendahnya penegakan kebijakan Zero ODOL di Indonesia.