Cici Asmawatiy
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bina Banua Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Martadah Baru Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan Anhar Yani; Mukhlan Khairiry; M Mochtar Mandala Silam; Widarto Widarto; Cici Asmawatiy; Akhmad Abdurahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 1 No. 3 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v1i3.794

Abstract

Peningkatan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bagi   Pengelola BUMDes dan Aparatur Desa sebagai dasar untuk meningkatkan kemampuan baik secara individu maupun secara lembaga desa di Desa Martadah Baru Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Tujuan khusus dari pengabdian ini adalah 1). Pengelolaan BUMDes Meliputi semua Penerimaan Dana BUMDes dalam 1 (satu) tahun anggaran, 2). Penyaluran Dana BUMDes, apakah sudah tepat saran dalam 1 (satu) tahun anggaran yang dikelolah oleh desa dan diteruskan ke Pengelola BUMDes kemudian dari penelolaan BUMDes diteruskan ke penerima sesuai ketentuan dan juknis penegelolaan dana yang disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dana BUMDes dipergunakan dalam rangka mendanai Usaha Kecil dan Menengah yang ada didesa diklasifikasikan menurut kelompok, kegiatan, dan jenis usaha 3). Pembiayaan Dana BUMDes meliputi kegiatan produktif yang dikelola masyarakat dengan tujuan mengembangkan usaha mereka menuju kemandirian kelompok kelompok usaha tersebut, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan Dana BUMDes terdiri atas Pinjaman Bergulir dan Bantuan Peningkatan Usaha (Hibah) yang diklasifikasikan menurut kelompok dan jenis Usaha. Tujuan inti dari pengabdian ini adalah Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga pengelola BUMDes memilki kemampuan dalam menjalankan program yang tepat sasaran agar bisa dipertangg jawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga diharapkan program ini dapat meningkatkan kontribusi STIA Bina Banua Banjarmasin melalui LP2M STIA dalam bidang pengabdian pada masyarakat. Dan hal ini pun menjadi resolusi tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Tanah Laut dimasa mendatang
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Kesadaran Lingkungan Terhadap Kepatuhan Pembayaran Retribusi Kebersihan Dengan Status Sosial Ekonomi Sebagai Variabel Mediasi Di Kelurahan Batulicin Cici Asmawatiy; Irawanto; Mukhlan Khariry; Andi Achsan
Jurnal PubBis Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The varying levels of environmental education and awareness in the Batulicin sub-district are thought to influence residents’ compliance with paying sanitation charges, with socio-economic status being a key factor in determining their ability and priority to make such payments, This study analyzes the effects of education level and environmental awareness on compliance with cleanliness retribution payments, with socioeconomic status as a mediating variable in Batulicin Village, Batulicin District, Tanah Bumbu Regency. The research used an explanatory quantitative design through a survey of 96 household heads selected from a population of 2,316 households. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed statistical tests using Partial Least Square. The findings show that education level has a significant effect on payment compliance but does not significantly affect socioeconomic status. Environmental awareness significantly affects both socioeconomic status and payment compliance. Socioeconomic status also significantly affects payment compliance. For indirect effects, socioeconomic status does not mediate the relationship between education level and payment compliance, but it mediates the relationship between environmental awareness and payment compliance. These findings indicate that improving compliance requires stronger environmental awareness, socioeconomic strengthening, and more participatory cleanliness service strategies.