Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Keluarga Married By Accident Moh. Makmun; Santi Rahmawati
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan yang orang tua seperti memberikan nasehat dan juga dukungan, meluangkan waktu untuk anak, pengarahan dan pengawasan yang cukup serta menjadikan keluarga menjadi keluarga taat beragama. Jika orang tua lalai atau tidak memperhatikan anaknya maka yang terjadi malah sebaliknya, yang marak terjadi pada remaja yaitu adanya hamil di luar nikah atau Married by accident. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendampingan orang tua terhadap pembentukan keluarga married by accident dan yang mengetahui pendapat masing masing orang tua akibat married by accident. Metode penelitian ini menggunakan metode Desriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu Pendampingan orang tua terhadap pembentukan keluarga married by accident adalah nasehat dan dukungan, berkomunikasi kepada anak secara intens artinya bisa meluangkan waktu untuk anak bisa berbicara berdua dan menanyakan masalah apa yang terjadi pada anak. Faktor yang mempengaruhi married by accident antara lain saling mencintai, sama-sama mau, tidak bisa mengatakan tidak atau menolak, nilai agama yang semakin berkurang, adanya pengaruh media massa, dan yang terakhir adanya paksaan.
Status Bagian Waris Anak Tiri Perspektif Hukum Waris Islam Moh. Makmun; Risky Firdaus
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya anak tiri hanya memiliki hubungan kewarisan dan keperdataan dengan orang tua sedarah, tetapi realita di Dusun Rejoso Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang setelah ibu dari anak tiri meninggal dunia anak tiri yang menguasi harta waris seluruhnya. Maka dari itu penulis tertarik meneliti Kedudukan Hak Waris Anak Tiri Menurut Hukum Waris Islam di Dusun Rejoso untuk mengetahui fakta yang terjadi dilapangan sesuai atau tidak dengan Hukum Waris Islam. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan langsung dari lapangan, yakni mengumpulkan data dengan metode wawancara secara tatap muka dengan narasumber juga informan yang memang berkompeten dalam menjelaskan waris. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, wawancara, observasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Status anak tiri pada dasarnya tidak berhak untuk mendapatkan harta waris tetapi anak tiri bisa mendapatkan harta melalui wasiat dan pembagian harta waris anak tiri di Dusun Rejoso Tidak Sesuai dengan Hukum Waris Islam.
Peran Kyai Pondok Pesantren Faidlul Qur’an Jombang Sebagai Pengganti Orang Tua Muhammad Nur Cholis Al Mutawakil; Moh. Makmun; Agus Mahfudin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j8s67v75

Abstract

This study was motivated by the important role of the kyai in the life of a pesantren, who serves not only as the leader of an Islamic educational institution but also as a surrogate parent for the students. This study aims to analyze the role of the kyai at the Faidlul Qur’an Islamic Boarding School and to explain his function as a surrogate parent for the students. The research method used was qualitative, employing a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were subsequently analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that the kyai fulfills four primary roles: as the pesantren’s leader, a Quran instructor, a community religious figure, and a caregiver for the students. In their role as surrogate parents, the kyai meet the students’ educational, emotional, and spiritual needs through guidance, supervision, setting a good example, providing attention, and fostering moral character. These findings indicate that the kyai’s role makes a significant contribution to the formation and development of the students’ education, emotional well-being, and spirituality.