Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INTEKNA

PAJAK SEBUAH PERSPEKTIF DAN PENGARUHNYA BAGI PEREKONOMIAN Safrina, Noor; Noer, Muhamad
INTEKNA Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak adalah salah satu sumber penerimaan yang sangat penting untuk pembiayaan pengeluarannegara baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan. Pada dasarnyatidak ada seorang pun yang secara suka rela dan senang untuk membayar pajakkarena para Wajib Pajak merasa bahwa mereka tidak memperoleh keuntungan timbalbalik dari jumlah pajak yang mereka bayarkan. Pajak yang di bebankan pemerintah kepadaWajib Pajak menimbulkan perbedaan kepentingan, karena bagi Wajib Pajak, membayarpajak berarti mengurangi kemampuan ekonomis dan laba mereka. Perbedaan kepentinganini cenderung memancing Wajib Pajak untuk mengurangi beban pajaknya baiksecara legal maupun illegal, hal ini juga dimungkinkan oleh masih banyaknya celah peraturanperpajakan yang masih dimanfaatkan oleh sumber daya manusia petugas pajak(fiskus) untuk melakukan praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) dengan Wajib Pajakyang tidak jujur.Apabila pajak itu benar-benar dibutuhkan dan tidak ada sumber lain yang memadai, makapengutipan pajak, bukan saja boleh, tapi wajib. Tetapi harus dicatat, pembebanan ituharus adil dan tidak memberatkan. Jangan sampai menimbulkan keluhan dari masyarakat.Keadilan dalam pemungutan pajak didasarkan kepada pertimbangan ekonomi, sosialdan kebutuhan yang diperlukan rakyat dan pembangunan.Pajak dalam pelaksanaannya haruslah sesuai dengan tujuan dari ekonomi yang sesungguhnyayaitu untuk: (a) mewujudkan ekonomi yang makmur dengan melaksanakan produksibarang dan jasa dengan kuantitas dan kualitas yang cukup guna memenuhi kebutuhanjasmani dan rohani dalam rangka menumbuhkan kesejahteraan secara serasi danseimbang, (b) mewujudkan kehidupan ekonomi yang adil dan merata dengan jalan melaksanakandistribusi barang, jasa, kesempatan, kekuasaan dan pendapatan masyarakatsecara jujur, terarah dan selalu meningkatkan keadilan serta pemerataannya, (c) mewujudkankehidupan ekonomi umat yang serasi, bersatu, damai dan maju, dalam suasanakekeluargaan, (d) mewujudkan kehidupan ekonomi yang menjamin kemerdekaan,baik dalam memilih jenis barang dan jasa, memilih sistem jenis dan organisasi produksi,maupun memilih sistem distribusi sehingga tingkat partisipasi masyarakat dapat dikerahkansecara maksimal dengan meniadakan penguasaan berlebihan dari sekelompokmasyarakat serta menumbuhkan sikap kebersamaan
Account Representative “Dua Kaki Yang Berdiri Di Dua Perahu” Dalam Rangka Pencapaian Target Penerimaan Pajak Tahun 2018 (Studi Kasus Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gresik Utara) Safrina, Noor; Julkawait, Julkawait; Qalbiah, Nurul
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan penerimaan Negara adalah dengan memaksimalkan penerimaan yang berasal dari pajak. Untuk itu, Menteri Keuangan membuat peraturan-peraturan perpajakan yang salah satunya adalah dengan membuat account representative pada kantor pelayanan pajak. Account representative tersebut diharapkan dapat membantu program intensifikasi-ekstensifikasi perpajakan yang sedang dilaksanakan oleh Dirjen Pajak. Tujuan penelitian ini yang merupakan evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan tugas Account Representative sebagai salah satu bentuk reformasi perpajakan dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak tahun 2018 (Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gresik Utara). Hasil evaluasi penelitian ini adalah Direktorat Jenderal Pajak terus berupaya meningkatkan reformasi menuju pelayanan dan pengawasan pajak yang prima. Untuk itulah Direktorat Jenderal Pajak menggerakkan Account Representative (AR) profesional menjadi salah satu cara yang saat ini paling efektif untuk dikembangkan. AR merupakan mitra penghubung antara Ditjen Pajak dengan wajib pajak. Semenjak didampingi AR, Wajib Pajak merasa mudah dalam menyelesaikan pembayaran berbagai jenis pajak. Untuk itulah, Ditjen Pajak nantinya akan menyediakan seorang AR bagi setiap Wajib Pajak. Harapannya, keberadaan AR dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan wajib pajak terhadap kinerja salah satu lembaga pemerintah ini, dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak secara optimal.
Studi Literatur : Inkoporasi Keuangan Komersial Dan Sosial Islam Untuk Meningkatkan Konsistensi Sistem Keuangan Islam Safrina, Noor; Soehartono, Akhmad; Noor, Agung Baruna Setiawan
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v17i2.464

Abstract

Keuangan Islam merupakan embrio kekuatan ekonomi di negara ini, di zamannya ia mampu menjadi sistem yang bisa mensejahterakan umatnya. Di masa krisis, ia mampu lolos dari kebangkrutan, sekalipun tidak mendapat bantuan dana BLBI. Konsep yang mengandung ke-Islaman ini harus menjadi kekuatan baru dalam membangkitkan kembali perekonomian negeri ini. Keuangan Islam ini berkembang pesat memainkan peranan penting dalam mengalokasikan sumber daya dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini yang merupakan studi literatur dari beberapa pendapat para ahli Ekonomi Islam, penelitian-penelitian sistem keuangan syariah dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya, untuk mengungkapkan bahwa materi yang dijadikan bahasan mengenai integrasi keuangan komersial dan sosial Islam sangatlah diperlukan, sebagai upaya untuk meningkatkan konsistensi sistem keuangan dan pembangunan sosial ekonomi di Indonesia. Hasil dari studi literatur penelitian ini adalah, setidaknya ada lima langkah dalam mempercepat perkembangan sistem keuangan Islam, baik secaranasional maupun internasional.Pertama, perlunya memperkuat sistem pengaturan dan pengawasanlembaga keuangan Islam. Kedua, perlunya koordinasi dan kerjasama internasional. Ketiga, perlunya kolaborasi di tingkat pengawasan sistem keuangan Islam lintas negara. Keempat, perlunya model bisnis sistem keuangan Islam khususnya diperbankan syariah, dengan memberikan penekanan pada bisnis di sektor rillketimbang pasar keuangan. Kelima, perlunya penetapan acuan rate of return berdasarkan prinsip Islam yang sesungguhnya
Studi Literatur : Inkoporasi Keuangan Komersial Dan Sosial Islam Untuk Meningkatkan Konsistensi Sistem Keuangan Islam Noor Safrina; Akhmad Soehartono; Agung Baruna Setiawan Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v17i2.464

Abstract

Keuangan Islam merupakan embrio kekuatan ekonomi di negara ini, di zamannya ia mampu menjadi sistem yang bisa mensejahterakan umatnya. Di masa krisis, ia mampu lolos dari kebangkrutan, sekalipun tidak mendapat bantuan dana BLBI. Konsep yang mengandung ke-Islaman ini harus menjadi kekuatan baru dalam membangkitkan kembali perekonomian negeri ini. Keuangan Islam ini berkembang pesat memainkan peranan penting dalam mengalokasikan sumber daya dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini yang merupakan studi literatur dari beberapa pendapat para ahli Ekonomi Islam, penelitian-penelitian sistem keuangan syariah dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya, untuk mengungkapkan bahwa materi yang dijadikan bahasan mengenai integrasi keuangan komersial dan sosial Islam sangatlah diperlukan, sebagai upaya untuk meningkatkan konsistensi sistem keuangan dan pembangunan sosial ekonomi di Indonesia. Hasil dari studi literatur penelitian ini adalah, setidaknya ada lima langkah dalam mempercepat perkembangan sistem keuangan Islam, baik secaranasional maupun internasional.Pertama, perlunya memperkuat sistem pengaturan dan pengawasanlembaga keuangan Islam. Kedua, perlunya koordinasi dan kerjasama internasional. Ketiga, perlunya kolaborasi di tingkat pengawasan sistem keuangan Islam lintas negara. Keempat, perlunya model bisnis sistem keuangan Islam khususnya diperbankan syariah, dengan memberikan penekanan pada bisnis di sektor rillketimbang pasar keuangan. Kelima, perlunya penetapan acuan rate of return berdasarkan prinsip Islam yang sesungguhnya
Account Representative “Dua Kaki Yang Berdiri Di Dua Perahu” Dalam Rangka Pencapaian Target Penerimaan Pajak Tahun 2018 (Studi Kasus Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gresik Utara) Noor Safrina; Julkawait Julkawait; Nurul Qalbiah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan penerimaan Negara adalah dengan memaksimalkan penerimaan yang berasal dari pajak. Untuk itu, Menteri Keuangan membuat peraturan-peraturan perpajakan yang salah satunya adalah dengan membuat account representative pada kantor pelayanan pajak. Account representative tersebut diharapkan dapat membantu program intensifikasi-ekstensifikasi perpajakan yang sedang dilaksanakan oleh Dirjen Pajak. Tujuan penelitian ini yang merupakan evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan tugas Account Representative sebagai salah satu bentuk reformasi perpajakan dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak tahun 2018 (Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gresik Utara). Hasil evaluasi penelitian ini adalah Direktorat Jenderal Pajak terus berupaya meningkatkan reformasi menuju pelayanan dan pengawasan pajak yang prima. Untuk itulah Direktorat Jenderal Pajak menggerakkan Account Representative (AR) profesional menjadi salah satu cara yang saat ini paling efektif untuk dikembangkan. AR merupakan mitra penghubung antara Ditjen Pajak dengan wajib pajak. Semenjak didampingi AR, Wajib Pajak merasa mudah dalam menyelesaikan pembayaran berbagai jenis pajak. Untuk itulah, Ditjen Pajak nantinya akan menyediakan seorang AR bagi setiap Wajib Pajak. Harapannya, keberadaan AR dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan wajib pajak terhadap kinerja salah satu lembaga pemerintah ini, dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak secara optimal.