Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENYUSUN SKIPSI DI STIKES BULELENG I Made Artha Putra Widana; G. Nur Widya Putra; Putu Windi Ridayanti
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 7 No. 2 (2022): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v7i2.263

Abstract

Pendahuluan: Stres merupakan tekanan-tekanan psikologis dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh kehendak yang ingin dicapai namu sulit direalisasikan secara nyata yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang, dimana stres mempengaruhi kondisi emosi, dan perilaku stres. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi rentan terkena stres. Salah satu terapi yang digunakan untuk mengatasi stres adalah dengan terapi musik, mendengarkan musik tempo rendah akan meringankan stres pada mahasiswa. Tujuan: untuk mengetahui adanya pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat stres pada mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi di STIKes Buleleng. Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan Pre Experiment menggunakan rancangan One Group Pre Test and Post Test Design. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa keperawatan yang sedang menyusun skripsi di STIKes Buleleng. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dan terdapat 55 sampel. Pengukuran stres menggunakan DASS (Depression Anxiety Stres Scale) 42. Hasil: didapatkan bahwa sebelum diberikan terapi musik klasik 13 orang memiliki tingkat stres ringan, 42 orang stres sedang, dan setelah dilakukan terapi musik klasik 31 orang tingkat stres normal, 24 orang stres ringan. Hasil analisis uji yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan didapatkan tingkat signifikansi ρ value = 0,000 < 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Kesimpulan: terapi musik klasik memiliki pengaruh terhadap stress pada mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi di STIKes Buleleng.
PENGARUH TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GEROKGAK I G. Nur Widya Putra; Komang Rahayu Widia Pangastuti; Putu Windi Ridayanti
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 7 No. 2 (2022): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v7i2.268

Abstract

Pendahuluan: Terapi slow stroke back massage merupakan terapi dengan tindakan pijat punggung dengan usapan yang perlahan selama 3-10 menit, terapi ini membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan hormon endorfin yang dapat memberikan rasa nyaman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi slow stroke back massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Gerokgak I. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan pre-experiment design one group pre test-post test dengan analisis data menggunakan Uji Paired Sample T-Test menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 67 orang selama 4 minggu. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan Tensimeter Aneroid sebagai alat pengukur tekanan darah. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil adanya penurunan tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada minggu 1 sampai minggu ke-4 diketahui nilai p-value 0.000 <0.05. Kesimpulan: Bahwa ada pengaruh terapi slow stroke back massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Gerokgak I.
Hubungan Spiritualitas Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa Semester Akhir Program Studi S1 Keperawatan I Komang Dananda Saputra Nesa; G. Nur Widya Putra; Ni Luh Linda Ayuni Tania
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO) Vol. 17 No. 2 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i2.1179

Abstract

Final assignments are a frequent source of stress for students. Strong spirituality can increase motivation, reduce anxiety, provide a sense of calm, and foster confidence that future events will have a positive impact. The novelty of this research lies in its focus on examining the relationship between spirituality and stress among final-semester nursing students in Bali, specifically at STIKes Buleleng, a region that has not been widely studied and rarely uses the DSES and DASS instruments simultaneously.This study aims to determine the relationship between spirituality and stress levels among final-semester undergraduate nursing students at STIKes Buleleng. This study was quantitative with an observational design with a cross-sectional approach. Data collection used the DSES and DASS questionnaires, using a purposive sampling technique, with a sample size of 71 students. The Spearman correlation test yielded a value of -0.459 with a significance level of 0.000 (<0.05). The negative correlation value indicates that there is an inverse relationship between spirituality and stress levels, meaning that the higher a person's spirituality, the lower the stress level experienced. From this study, it can be concluded that there is a relationship between spirituality and stress levels of final semester students of the Nursing Undergraduate Program at STIKes Buleleng. Institutions need to strengthen spiritual development programs, provide counseling services and stress management training, form student support groups, improve academic guidance, and encourage further research with a wider sample and additional variables to understand the factors that influence final semester student stress
EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) MENGGUNAKAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK Putri Kristina, Putu; Ni Ketut Putri Marthasari; G. Nur Widya Putra
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2375

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah gangguan saraf pusat yang terjadi akibat terhentinya aliran darah ke otak, menyebabkan penurunan kekuatan otot, koordinasi gerak, dan kemampuan aktivitas sehari-hari. Pemulihan melalui mobilisasi menjadi penting, dan penggunaan bola karet dalam latihan rentang gerak (ROM) terbukti efektif membantu mengembalikan fungsi sendi serta meningkatkan mobilitas fisik pasien. Tujuan: Untuk menjelaskan efektivitas latihan range of motion (ROM) menggunakan terapi genggam bola karet dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi masalah asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dengan kelemahan ekstremitas kiri melalui penerapan terapi bola karet, yang diberikan selama 2 × 24 jam di Ruang Nagasari, RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar. Dari penelitian dari pasien yang sudah diberikan latihan (ROM) menggunakan terapi bola tangan S: Pasien mengatakan kelemahan pada kaki dan tangan kiri sudah berkurang, pasien mengatakan sudah mampu menggunakan baju secara mandiri ke toilet, dan makan sendiri, O: K.U baik, pasien tampak sudah mampu melakukan gerakan rom pada jari tangan kanannya dan mampu mengangkat tangannya, T 120/70 mmHg, S : 36,00 C, N : 95x/m, SPO2 : 98%, RR: 18x/m, A: Gangguan Mobilitas Fisik Teratasi, P: Pertahankan Intervensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dalam menerapkan latihan Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet sebagai upaya meningkatkan kekuatan otot dan mobilitas pasien stroke hemoragik. Kata kunci : ROM, Genggam Bola Karet, Stroke Hemoragik