Ni Ketut Putri Marthasari
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) MENGGUNAKAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK Putri Kristina, Putu; Ni Ketut Putri Marthasari; G. Nur Widya Putra
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2375

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah gangguan saraf pusat yang terjadi akibat terhentinya aliran darah ke otak, menyebabkan penurunan kekuatan otot, koordinasi gerak, dan kemampuan aktivitas sehari-hari. Pemulihan melalui mobilisasi menjadi penting, dan penggunaan bola karet dalam latihan rentang gerak (ROM) terbukti efektif membantu mengembalikan fungsi sendi serta meningkatkan mobilitas fisik pasien. Tujuan: Untuk menjelaskan efektivitas latihan range of motion (ROM) menggunakan terapi genggam bola karet dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi masalah asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dengan kelemahan ekstremitas kiri melalui penerapan terapi bola karet, yang diberikan selama 2 × 24 jam di Ruang Nagasari, RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar. Dari penelitian dari pasien yang sudah diberikan latihan (ROM) menggunakan terapi bola tangan S: Pasien mengatakan kelemahan pada kaki dan tangan kiri sudah berkurang, pasien mengatakan sudah mampu menggunakan baju secara mandiri ke toilet, dan makan sendiri, O: K.U baik, pasien tampak sudah mampu melakukan gerakan rom pada jari tangan kanannya dan mampu mengangkat tangannya, T 120/70 mmHg, S : 36,00 C, N : 95x/m, SPO2 : 98%, RR: 18x/m, A: Gangguan Mobilitas Fisik Teratasi, P: Pertahankan Intervensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dalam menerapkan latihan Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet sebagai upaya meningkatkan kekuatan otot dan mobilitas pasien stroke hemoragik. Kata kunci : ROM, Genggam Bola Karet, Stroke Hemoragik
PERBEDAAN TINGKAT STRES PERAWAT UNIT RAWAT INAP DENGAN PERAWAT IGD DI RUMAH SAKIT PRATAMA KUBU KARANGASEM Ni Ketut Putri Marthasari; Putu Agus Ariana; I Gede Ariawan
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.301

Abstract

Pendahuluan: Perawat merupakan salah satu tenaga professional yang bekerja di rumah sakit dan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan yang diberikan merupakan sebuah asuhan keperawatan secara bio-psiko-sosial, kultural-spiritual secara komperhensif baik dalam kondisi yang stabil maupun dalam kondisi yang kritis. Hal tersebut yang dapat memicu terjadinya stress pada perawat dimasing masing ruangan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat stress perawat di unit rawat inap dengan perawat IGD. Metode: Perbedaan Tingkat Stres Perawat Unit Rawat Inap dengan Perawat IGD di Rumah Sakit Pratama Kubu Karangasem ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain populasi Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dengan jumlah 45 perawat. Pengumpulan data kuesioner. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Paried t-Test, didapatkan bahwa nilai p < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti ada perbedaan tingkat stress perawat unit rawat inap dengan perawat IGD di Rumah Sakit Pratama Kubu Karangasem. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen memperhatikan beban kerja pada perawat sehingga dapat mempengaruhi kesehatan perawat dan pelayanan kepada pasien serta kualitas pelayanan.   Kata Kunci: Stres Kerja, Perawat, Perbedaan
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI DENGAN INDIKASI APENDEKSITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN INTERVENSI INOVASI RELAKSASI BENSON DI RUANG IBS RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR I Gusti Agung Wibawa; Kadek Suartika Yasa; Ni Ketut Putri Marthasari; I Putu Yoga Dananjaya
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.319

Abstract

Appendicitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu (apendiks). Infeksi yang terjadi dapat mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah Pasien yang akan menjalani Operasi Apendektomi sering mengalami nyeri sesudah Operasi. Tujuan karya ilmiah ini yaitu untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien Post Operasi Apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut dengan intervensi inovasi relaksasi Benson di ruang IBS RSUD Wangaya Kota Denpasar. Karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus dengan jumlah sampel 1 pasien. Instrument yang digunakan yaitu menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di institusi untuk melakukan pengkajian terhadap pasien kelolaan. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis dari satu pasien yang diberikan intervensi pemberian terapi relaksasi Benson, pasien mengatakan merasa lebih tenang, nyeri berkurang. Hal ini menunjukkan relaksasi Benson efektif diberikan saat Post Operasi. Kesimpulan berdasarkan analisis pemberian terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan nyeri sehingga pasien tampak lebih tenang pada saat menjalani sesudah Operasi