p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nady al-Adab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reposisi Identitas Sosial Perempuan Saudi Pasca Terbitnya Visi Saudi 2030 M Zulifan Zulifan
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 19 No. 2 (2022): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v19i2.23510

Abstract

Abstract This study examines the social and cultural changes of Saudi Arabian society and their impact on women after the launch of Saudi Vision 2030 by Muhammad Bin Salman (MBS). Saudi Arabian women were previously positioned in the domestic sphere with strict restrictions not to participate in the public sphere. However, as a consequence of the economic liberalization program, MBS offers fresh air to change gender relations in Saudi Arabian society by opening public spaces for women to contribute. This qualitative research utilizes the information obtained through social media in Saudi Arabia to be critically studied by placing it as a discourse (discourse). Foucault's theory of Critical Discourse Analysis (1980) is used as an analytical knife to examine social changes in women in Saudi Arabia driven by royal actors who have so far limited women's position. This study found a change in the social and political roles of women in the Kingdom of Saudi Arabia after the Saudi Vision 2030 was launched. The change is a consequence of the openness designed power (MBS). The kingdom no longer places civil society as an object, but as a subject of development. Keywords: Saudi Arabia; Saudi Vision 2030; Women; Social Identity.
Kebebasan Perempuan dalam Islam; Governmentality MBS dalam Reposisi Perempuan Arab Saudi M Zulifan Zulifan
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.50043

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep kebebasan perempuan dalam Islam dan relevansinya dengan kebijakan reformasi yang digagas oleh Muhammad bin Salman (MBS) melalui Visi Saudi 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: (1) apakah gagasan kebebasan perempuan yang diusung MBS selaras dengan konsep kebebasan perempuan dalam hukum Islam otoritatif, dan (2) bagaimana posisi perempuan dalam ranah sosial menurut praktik masyarakat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga generasi ulama fikih. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka teori governmentality yang diadaptasi untuk membaca strategi kekuasaan MBS, artikel ini menelaah kebijakan pemberdayaan perempuan Saudi—seperti perluasan akses kerja, mobilitas publik, dan partisipasi dalam posisi strategis—sebagai bagian dari rasionalitas pemerintahan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Islam sejak masa Nabi Muhammad Saw telah memberikan ruang partisipasi sosial bagi perempuan dalam batas-batas etika syariat, sebagaimana terlihat dalam praktik sahabiyah dan pandangan ulama fikih klasik. Reformasi MBS dalam beberapa aspek—terutama peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik—memiliki titik temu dengan prinsip-prinsip tersebut. Dalam perspektif governmentality, kebijakan tersebut sekaligus merepresentasikan strategi kekuasaan yang bekerja melalui normalisasi peran gender baru, produksi diskursus moderasi, serta integrasi perempuan ke dalam struktur ekonomi-politik negara. Dengan demikian, reformasi perempuan dalam Visi Saudi 2030 tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk emansipasi normatif, tetapi juga sebagai instrumen rasionalitas pemerintahan yang mengarahkan konfigurasi peran perempuan sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan stabilitas politik negara. Kata Kunci: Kebebasan Perempuan; Visi Saudi 2030; Governmentality; Muhammad bin Salman