Retnoning Adji Widi Astuti
Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Simulator Tato Tradisional Papua dengan Aplikasi Inkhunter Mengunakan Model ADDIE Bayu Aji Suseno; Retnoning Adji Widi Astuti; Muchammad Rizky Kadafi
Imaji Vol 20, No 2 (2022): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v20i2.48506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan dan penggunaan aplikasi InkHunter berbasis Augmented Reality untuk mengoptimalkan aspek pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam merancang motif tato tradisional Papua dalam perkuliahan ornamen di Jurusan Seni Rupa dan Desain Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua. InkHunter adalah aplikasi simulator tato yang menggunakan metode marker based tracking untuk mengidentifikasi pola atau marker dari motif ornamen pada tato tradisional Papua melalui kamera perangkat mobile (smartphone atau gadget) menjadi objek virtual 3D ke lingkungan nyata secara real time. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak (software) menjadi media pembelajaran dalam prosedur praktikum mata kuliah. Model ADDIE digunakan dalam penelitian pengembangan desain pembelajaran yang terdiri dari lima fase yaitu analysis (A), design (D), development (D), implementation (I) dan evaluation (E). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi augmented reality dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran interaktif, sehingga mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memahami keberadaan tato tradisional di Papua yang terancam punah. Kata Kunci: augmented reality, inkhunter, motif, tato, papua. Papuan Traditional Tattoo Simulator with Inkhunter Application Using the ADDIE Model Abstract        This study aims to explore the development and use of Augmented Reality-based InkHunter applications to optimize students' knowledge and skills in designing traditional Papuan tattoo motifs in ornamentation lectures at the Department of Fine Arts and Design at the Indonesian Institute of Cultural Arts, Tanah Papua. InkHunter is a tattoo simulator application that uses a marker-based tracking method to identify patterns or markers from ornamental motifs on traditional Papuan tattoos through a mobile device camera (smartphone or gadget) into 3D virtual objects to a real environment in real time. This research is a type of research and development which aims to develop software into learning media in course practicum procedures. The ADDIE model is used in learning design development research which consists of five phases, namely analysis (A), design (D), development (D), implementation (I) and evaluation (E). The results of this study indicate that augmented reality technology can be used to create interactive learning media, so as to improve students' ability to understand the existence of traditional tattoos in Papua which are threatened with extinction. Keywords: simulator, augmented reality, inkhunter, motif, tattoo, papua, ADDIE
Literasi Numerasi Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Ragam Hias Papua Menggunakan Limbah Anorganik dan Teknik Khombow Retnoning Adji Widi Astuti; Bayu Aji Suseno; Putri Prabu Utami; Apedius Kegiye
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13111

Abstract

Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendasar numerasi anak usia dini melalui pembelajaran seni rupa dalam penerapan ragam hias tradisional Papua dengan motif Tifa Sentani menggunakan limbah anorganik (kaleng bekas) dan teknik lukis khombow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dan mengetahui kemampuan numerasi dalam pembelajaran ragam hias geometris yang diukur mencakup kecakapan logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar visual menggunakan konsep dan pengetahuan numerasi (matematika) menjadi media alternatif untuk mengembangkan pembelajaran berbasis konteks kearifan lokal. Pembelajaran numerasi pada anak usia dini dalam menggambar ragam hias tradisional dapat mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sehingga anak dapat memiliki kemandirian dalam memecahkan permasalahan untuk mengambil keputusan dan menyesuaikan diri secara konstruktif di lingkungan sosial.
Literasi Numerasi Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Ragam Hias Papua Menggunakan Limbah Anorganik dan Teknik Khombow Retnoning Adji Widi Astuti; Bayu Aji Suseno; Putri Prabu Utami; Apedius Kegiye
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13111

Abstract

Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendasar numerasi anak usia dini melalui pembelajaran seni rupa dalam penerapan ragam hias tradisional Papua dengan motif Tifa Sentani menggunakan limbah anorganik (kaleng bekas) dan teknik lukis khombow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dan mengetahui kemampuan numerasi dalam pembelajaran ragam hias geometris yang diukur mencakup kecakapan logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar visual menggunakan konsep dan pengetahuan numerasi (matematika) menjadi media alternatif untuk mengembangkan pembelajaran berbasis konteks kearifan lokal. Pembelajaran numerasi pada anak usia dini dalam menggambar ragam hias tradisional dapat mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sehingga anak dapat memiliki kemandirian dalam memecahkan permasalahan untuk mengambil keputusan dan menyesuaikan diri secara konstruktif di lingkungan sosial.