Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Depresi pada Pasien Hemodialisa Perempuan Lebih Tinggi Diyah Candra Anita; Ilham Setya Husada
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.213 KB)

Abstract

Gagal ginjal kronis memerlukan pengobatan hemodialisa dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut dapat menimbulkan depresi yang ditandai dengan perubahan perilaku seperti penolakan, marah, perasaan takut, rasa tidak berdaya, putus asa, cemas bahkan bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran depresi pada pasien hemodialisa berdasarkan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan descriptive comparation dan correlation dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien hemodialisa di RSUD Wates Kulon Progo. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 64 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Beck’s Depression Inventory (BDI). Uji analisis menggunakan uji mann whitney dan coefficient contingency. Hasil penelitian menunjukkan pasien hemodialisa mayoritas berusia 45-54 tahun (32,8%), berjenis kelamin laki-laki (57,8%), berpendidikan SD&SMP (51,6%), berstatus sudah menikah (90,6%), tidak bekerja (28,1%), serta tidak mengalami depresi (45,3%). Terdapat perbedaan bermakna antara depresi pada laki-laki dan perempuan (p=0,013), namun tidak ada hubungan antara tingkat depresi dengan jenis kelamin (0,080). Kehilangan minat seksual (1,1875) dan perubahan dalam pola tidur (1,1406) adalah hal yang sering dikeluhkan. Saran untuk perawat adalah lebih memperhatikan emosional pada pasien hemodialisa perempuan supaya bisa mereduksi depresi yang dialaminya.
Faktor Yang Berkontribusi Pada Kejadian Pneumonia Nosokomial Diyah Candra Anita; K Kardi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.562 KB)

Abstract

Pneumonia nosocomial atau hospital acquired pneumonia (HAP) merupakan infeksi pada parenkim paru yang disebabkan pathogen di rumah sakit. Terdapat banyak factor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor yang berkontribusi terhadap kejadian pneumonia noskomial. Metode penelitian adalah kuantitatif analisis dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di sebuah ruang rawat inap RSUP di Yogyakarta selama 1 bulan dengan 40 partisipan. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar checklist, rekam medik, dan wawancara kepada dokter penanggung jawab pasien. Analisis data menggunakan regresi logistic. Diperoleh hasil bahwa seluruh factor secara bersama-sama berkontribusi pada kejadian infeksi nosocomial sebesar 49.90%. Faktor lama rawat inap dan terapi pemberian antibiotic berhubungan bermakna dengan kejadian pneumonia nosocomial (p<0.05). Diharapkan pada penelitian selanjutnya bisa menganalisis lebih mendalam pada biokimiawi darah dan pelaksanaan perioperative pada pasien yang menderita pneumonia nosokomial.
Depresi pada Pasien Hemodialisa Perempuan Lebih Tinggi Anita, Diyah Candra; Husada, Ilham Setya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis memerlukan pengobatan hemodialisa dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut dapat menimbulkan depresi yang ditandai dengan perubahan perilaku seperti penolakan, marah, perasaan takut, rasa tidak berdaya, putus asa, cemas bahkan bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran depresi pada pasien hemodialisa berdasarkan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan descriptive comparation dan correlation dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien hemodialisa di RSUD Wates Kulon Progo. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 64 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Beck’s Depression Inventory (BDI). Uji analisis menggunakan uji mann whitney dan coefficient contingency. Hasil penelitian menunjukkan pasien hemodialisa mayoritas berusia 45-54 tahun (32,8%), berjenis kelamin laki-laki (57,8%), berpendidikan SD&SMP (51,6%), berstatus sudah menikah (90,6%), tidak bekerja (28,1%), serta tidak mengalami depresi (45,3%). Terdapat perbedaan bermakna antara depresi pada laki-laki dan perempuan (p=0,013), namun tidak ada hubungan antara tingkat depresi dengan jenis kelamin (0,080). Kehilangan minat seksual (1,1875) dan perubahan dalam pola tidur (1,1406) adalah hal yang sering dikeluhkan. Saran untuk perawat adalah lebih memperhatikan emosional pada pasien hemodialisa perempuan supaya bisa mereduksi depresi yang dialaminya.
Faktor Yang Berkontribusi Pada Kejadian Pneumonia Nosokomial Anita, Diyah Candra; Kardi, K
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia nosocomial atau hospital acquired pneumonia (HAP) merupakan infeksi pada parenkim paru yang disebabkan pathogen di rumah sakit. Terdapat banyak factor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor yang berkontribusi terhadap kejadian pneumonia noskomial. Metode penelitian adalah kuantitatif analisis dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di sebuah ruang rawat inap RSUP di Yogyakarta selama 1 bulan dengan 40 partisipan. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar checklist, rekam medik, dan wawancara kepada dokter penanggung jawab pasien. Analisis data menggunakan regresi logistic. Diperoleh hasil bahwa seluruh factor secara bersama-sama berkontribusi pada kejadian infeksi nosocomial sebesar 49.90%. Faktor lama rawat inap dan terapi pemberian antibiotic berhubungan bermakna dengan kejadian pneumonia nosocomial (p<0.05). Diharapkan pada penelitian selanjutnya bisa menganalisis lebih mendalam pada biokimiawi darah dan pelaksanaan perioperative pada pasien yang menderita pneumonia nosokomial.