Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER UNTUK GANGGUAN POLA TIDUR PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS Nur Husnaeni; Syahruramdhani
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1137

Abstract

iGagal ginjal merupakan hilangnya fungsi ginjal secara tiba-tiba yang terjadi Ketika ginjal tidak dapat menyaring produk sisa metabolisme tubuh sehingga membutuhkan alat untuk membantu fungsi ginjal secara normal. Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) umumnya akan mengalami perubahan status kesehatan secara bertahap yang disebabkan oleh proses perjalanan penyakit yang mereka alami dan akibat dari terapi hemodialisis. Kedua hal tersebut mengakibatkan gangguan tidur sehingga menyebabkan kualitas tidur pasien CKD tidak terpenuhi dengan baik. Mengindentifikasi pengaruh sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender menggunakan diffuser terhadap kualitas tidur pada pasien gagal ginjal kronis. Desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan merupakan metode studi kasus selama 1 minggu pemberian aroma terapi lavender dengan menggunakan diffuser kepada subyek studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan kualitas tidur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemberian aromaterapi lavender menggunakan diffuser yaitu dari skor 15 (kualitas tidur buruk) menjadi skor 9 (kualitas tidur ringan). Pemberian intervensi aromaterapi lavender pada pasien gagal ginjal kronis dengan gangguan pola tidur selama 7 hari setiap malam menggunakan diffuser didapatkan adanya perubahan kualitas tidur dari penilaian skor PSQI sebelum dan sesudah intervensi.
PENGARUH INTRADIALYTIC STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN RESTLESS LEG SYNDROME PADA PASIEN HEMODIALISA Anggun Prameswari Kartikaputri; Syahruramdhani; Tariyah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27428

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan disfungsi ginjal yang menjadi masalah kesehatan cukup serius dimasyarakat karena terjadi penumpukan sampah metabolisme yang tidak dapat dibuang oleh ginjal dan menyebabkan uremia sehingga pasien harus menjalani terapi hemodialisa dalam jangka panjang. Umumnya pasien yang menjalani hemodialisa terdapat penurunan pada aktifitas fisik sehingga dapat menimbulkan restless leg syndrome (RLS). Intradialytic stretching exercise merupakan teknik relaksasi otot yang dapat menenangkan tubuh pasien dan menurunkan tekanan darah, detak jantung dan stress pada pasien yang sedang menjalani hemodialisa. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan restless leg syndrome setelah melakukan intradialytic stretching exercise pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan mengevaluasi intervensi keperawatan dengan intradialytic stretching exercise terhadap penurunan restless leg syndrome. Penelitian ini dilakukan di ruang hemodialisa RSUD Tidar Kota Magelang. Pengukuran skor restless leg syndrome yaitu dengan menggunakan restless leg syndrome scale. Intervensi dilakukan selama 15 – 20 menit dalam dua minggu dengan empat kali pertemuan. Evaluasi restless leg syndrome dilakukan pada pertemuan ke-4. Hasil penelitian ini menunjukan skor restless leg syndrome pada pertemuan ke-1 adalah 24 (parah) dan skor pada pertemua ke-4 adalah 20 (cukup parah). Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa intradialytic stretching exercise dapat mengurangi restless leg syndrome pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis.