Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Kecakapan Literasi Digital Citizenship Melalui Model Information Comunication Technology (ICT) Learning Slamet Hariyadi; Muhamad Saleh saleh
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 7, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v7.n2.2022.pp7-14

Abstract

Di era abad-21 saat ini membawa perubahan yang sangat pesat  dan dampak signifikan terhadap seluruh aspek, di antaranya dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran. Komponen dan keterampilan yang ada di abad-21 adalah berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreatif dan inovasi, komunikasi dan kolaborasi, serta  kecakapan  ICT (Information Media and Technology skills). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara konseptual gambaran umum pembelajaran PKn berbasis kecakapan abad-21 dengan model ICT untuk membangun kecakapan literasi digital siswa  dalam membentuk aspek dan kompetensi warga negara warga negara yang dibutuhkan di abad-21. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan melakukan kajian dan penafsiran melalui studi literatur. Dengan pertimbangan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran dan mata kuliah wajib yang di ajarkan di semua sekolah, jurusan pada Pendidikan Tinggi oleh sebab itu perlunya memasukkan kecakapan ICT dalam rancangan dan desain model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Budaya Sekolah untuk Penguatan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar Abdul Azis; Muhamad Saleh
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v11i1.15036

Abstract

Karakter disiplin dalam diri seseorang berpengaruh terhadap perilaku seperti tanggung jawab, kesadaran akan kewajiban, hidup yang tertib dan teratur, tidak melakukan pelanggaran peraturan. Budaya sekolah berperan penting dalam penguatan karakter disiplin siswa. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan budaya sekolah di SD Negeri Bara-Baraya I yang ditujukan untuk menguatkan karakter disiplin siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Sumber data penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa SD Negeri Bara-Baraya I. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Verifikasi temuan penelitian menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan budaya sekolah untuk penguatan karakter disiplin meliputi kesepakatan kelas, habituasi sikap baik, serta apresiasi dan sanksi. Budaya ini menguatkan kedisiplinan siswa yang ditandai dengan siswa mematuhi kesepakatan kelas, mengikuti upacara bendera dan sholat dhuha berjamaah, menjaga kebersihan dan kerapian kelas dan lingkungan sekolah.
Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Terhadap Pentingnya Pendidikan Formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna La Ode Wahir; Andi Syahrir; Muhamad Saleh
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) persepsi orang tua anak putus sekolah terhadap pentingnya pendidikan formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna; serta 2) faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas 6 orang tua, 3 anak putus sekolah sebagai responden, serta 3 orang guru sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pentingnya pendidikan formal tidak sepenuhnya negatif. Sebagian orang tua memandang keputusan anak untuk putus sekolah sebagai langkah pragmatis dalam menghadapi tuntutan kehidupan. Adapun faktor-faktor penyebab anak putus sekolah meliputi rendahnya pendapatan orang tua, kurangnya motivasi dan minat belajar, minimnya perhatian, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua pada dasarnya menganggap pendidikan formal memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak, membangun kemampuan komunikasi, membentuk kepemimpinan, mendorong berpikir kritis, serta membantu anak memahami potensi dirinya. Namun demikian, sebagian orang tua juga beranggapan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya berhasil dalam membentuk karakter, etika, dan keterampilan sosial anak.