Franky Franky
Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Berintegritas di Era Digital: Suatu Upaya Pelayanan Pastoral Konseling untuk Lepas dari Jerat Pornografi Franky Franky
Jurnal Teologi Injili Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v2i2.35

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengontruksi dan selanjutnya mendeskripsikan suatu upaya pelayanan pastoral konseling bagi pribadi yang memiliki masalah dengan integritas dalam menggunakan internet (era digital), secara khusus berkaitan dengan pornografi. Penelitian ini merupakan studi literatur atau kajian pustaka dengan metode deskriptif untuk memberi gambaran mengenai suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada masa kini, serta menitikberatkan pada pemecahan masalah aktual yang berhubungan dengan integritas di era digital. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan cara mengumpulkan data, dan selanjutnya menyelidiki sumber tertulis mengenai berintegritas di era digital dalam hubungannya dengan pornografi. Melalui hasil penyelidikan tersebut, selanjutnya peneliti mengontruksi dan mendeskripsikan upaya pastoral konseling agar seseorang lepas dari jerat pornografi. Adapun hasil penelitian ini adalah: pertama, upaya yang dilakukan agar tetap berintegritas di era digital adalah berdiri teguh di dalam iman kepada Kristus, menggunakan internet dengan bijaksana dan jujur dengan diri sendiri; kedua, upaya pastoral konseling agar lepas dari jerat pornografi adalah dengan cara memahami diri sendiri, membangun komunikasi yang terbuka antara konselor dan konseli, konselor membimbing konseli untuk mengambil keputusan belajar dan mengubah perilakunya, konselor akan menolong konseli untuk mengaktualisasi diri melalui mengembangkan potensi-potensi dimiliki, konselor mendukung konseli untuk terus menerus dan tidak berputus asa pada saat mencoba segala usaha agar bebas dari jerat pornografi.
Penanganan Konflik dalam Hubungan Pernikahan sebagai Bentuk Pelayanan Pastoral bagi Keluarga Kristen Franky Franky
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v7i1.160

Abstract

Conflict in marriage is inevitable and misunderstandings are a natural part of marriage. On the one hand, conflict in a marriage relationship can be destructive, creating resentment and distrust, disconnection, or violent confrontation.  But, on the other hand, conflict can also be positive, opening up issues for analysis, clarification and improved problem-solving, encouraging spontaneous and open communication so that the relationship between one party and the other can grow for the better. In relation to conflict. Based on the existing problems, specifically related to conflict in marital relationships that have a destructive impact, it is necessary to understand based on a Christian perspective on handling conflict in marital relationships based on the standards of God's Word as a form of pastoral service for every Christian family. To achieve the research objectives described above, the method used is a qualitative method with a descriptive approach through literature study. Through the method used, the results found that the handling of conflict in marital relationships in Christian families are first, the biblical view of the Christian family that must be understood as a preventive step towards conflict in marital relationships; second, pastoral assistance services for conflicted married couples and third, forgiveness as a solution in resolving conflict in marital relationships.Konflik di dalam pernikahan tidak dapat dihindari dan kesalahpahaman adalah suatu bagian yang alami dalam pernikahan. Di satu sisi, konflik dalam hubungan pernikahan dapat berakibat merusak, menciptakan rasa benci dan tidak percaya, pemutusan hubungan, atau konfrontasi dengan kekerasan.  Tapi, di sisi yang lain, konflik juga dapat berakibat positif, dengan membuka permasalahan agar dapat dianalisa, diperjelas dan memperbaiki pemecahan masalah, mendorong komunikasi yang spontan dan terbuka sehingga hubungan antara satu pihak dan yang lainnya dapat tumbuh menjadi lebih baik. Berkaitan dengan konflik. Berdasarkan permasalahan yang ada, secara khusus berkaitan dengan konflik dalam hubungan pernikahan yang berdampak destruktif, maka dibutuhkan pemahaman berdasarkan perspektif Kristen tentang penanganan konflik dalam hubungan pernikahan berdasar standar Firman Tuhan sebagai bentuk pelayanan pastoral bagi setiap keluarga Kristen. metode yang digunakan Untuk mencapai tujuan penelitian yang telah dipaparkan diatas adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur. Melalui metode yang digunakan, maka hasil yang ditemukan bahwa Penanganan Konflik dalam hubungan Pernikahan dalam keluarga Kristen adalah pertama, Pandangan Alkitab mengenai Keluarga Kristen yang harus dipahami sebagai Langkah Preventif terhadap Konflik dalam Hubungan Pernikahan; kedua, Pelayanan Pendampingan Pastoral bagi Pasangan Suami Isteri yang Berkonflik dan ketiga, Pengampunan Sebagai Solusi dalam Penyelesaian Konflik dalam Hubungan Pernikahan.
Gereja dan Kaum Termarginalkan: Suatu Tinjauan Biblika Berdasar Kitab Keluaran 22:21-27 Franky Franky
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.35

Abstract

Ketimpangan sosial merupakan realitas permasalahan hidup yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya ketimpangan hidup, kesetaraan hidup berusaha dikaburkan dan sebaliknya perbedaan ekonomi, sosial dan ras ditonjolkan secara tajam serta membiarkan perbedaan tersebut berkeliaran di luar arena kesetaraan. Hal ini menimbulkan penolakan antar sesama manusia dan bukannya saling merangkul satu dengan yang lainnya. Menanggapi permasalahan ini, keberadaan gereja di tengah dunia sebagai mandataris Tuhan, dituntut untuk dapat meresponinya. Gereja dapat menunjukkan sikap yang benar terhadap kaum termarginalkan serta memahami dampak yang diakibatkan apabila bertindak sewenang-wenang terhadap kelompok tersebut di tengah kehidupan bersama berdasar Keluaran 22:21-27. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penekanan pada kajian pustaka. Teknik pengumpulan data menggunakan metode penelitian pustaka dan hermeneutika alkitabiah melalui analisis naratif. Pada akhirnya, gereja perlu memaknai perutusannya ke dunia untuk mengerjakan tugas panggilannya dalam meresponi perintah Tuhan dengan setia. Serta mewujudkan kasih kepada sesama terkhusus bagi mereka yang dianggap termarginalkan di tengah masyarakat.