Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN WARISAN PADA SALAH SATU AHLI WARIS: PERSPEKTIF TAFSIR HERMENEUTIK AYAT WARIS Agus Salim
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 10 No. 1 (2022): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v10i1.866

Abstract

The flow of globalization not only affects people's attitudes, but also affects the development of science, technology development, and also affects changes in the social values ??of society. The value system referred to here is, in the past, in classical times, many people had a tendency to fight over inheritance, now the more prosperous people are, changing that perception. Some people today actually give inheritance to be waqf or even given to heirs who take care of their parents because the heirs who take care of their parents need it more or they find it more difficult to take care of their parents, so that in the view of other heirs, the heirs who care for Parents are more entitled to all inheritance. Giving inheritance to heirs who take care of parents seems contrary to the provisions of the Qur'anic verse which stipulates that inheritance must be divided according to the division determined by the Qur'an or determined by hadith. In this study, the researcher tries to re-examine the interpretation of the Qur'anic verses about inheritance verses by using a normative descriptive methodology and using a hermeneutic approach as a model of interpretation. This research is expected to be able to contribute to the thoughts of Islamic law which continue to experience changes both in the pattern of goals and or socioculture, especially the law that discusses al Mu'amalah al Insaniah.
Konstruksi Akad Wadiah Yad Al Amanah Pada Tabungan Emas Bank Syariah Indonesia Agus Salim
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.1837

Abstract

Lahirnya beberapa produk dan instrumen investasi di lembaga keuangan syariah haruslah sesuai dengan nilai-nilai syariah. Bank Syariah Indonesia disebut juga dengan BSI, baru-baru ini mengeluarkan produk baru yakni tabungan emas BSI. Tabungan emas BSI menggunakan akad wad?’ah yad al amanah dimana implementasi akad ini mewajibkan adanya ujrah yang harus dibayarkan oleh nasabah, hal ini karena barang yang dititipkan tidak boleh digunakan oleh pihak yang dititipi (bank) selama masa penitipan. Implementasi akad wad?’ah ini mengalami pergeseran dari wad?’ah fiqh klasik ke wad?’ah lembaga keuangan syariah saat ini. Akad wad?’ah dalam fiqih klasik merupakan salah satu akad tabarru’ yakni akad kebajikan yang dalam prakteknya tidak mewajibkan adanya ujrah atau imbalan. Dengan ketentuan kewajiban membayar ujrah dalam akad wad?’ah pada tabungan emas BSI, maka pertanyaanya bagaimana kesyariahan produk tabung emas BSI. Untuk mengetahui kesyariahan pada implementasi akad wad?’ah tabungan emas BSI dengan ketentuan ujrah tersebut, peneliti mencoba mengkonstruk akad wad?’ah yang digunakan dalam tabungan emas BSI. Jenis penelitian ini adalah field research, dan menggunakan pendekatan empiris normatif, dimana implementasi akad wad?’ah pada tabungan emas BSI akan dikonstruksi, Dengan mengkonstruksi akad wad?’ah, maka akan diketahui apakah konstruksi akad wad?’ah tabungan emas BSI sesuai dengan prinsip akad wad?’ah hukum Islam atau tidak.