p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-CliniC
Efata B. I. Polii
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risk Factors of Non-Alcoholic Fatty Liver Disease in Adults Daniel D. Setiono; Frans E. N. Wantania; Efata B. I. Polii
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.37814

Abstract

Abstract: The concern of NAFLD is its complications which can progress to cirrhosis and liver failure. Therefore, it is necessary to understand the risk factors for NAFLD which could facilitate any efforts to reduce its prevalence. This study aimed to determine the risk factors for NAFLD, especially in adulthood. This was a literature review study using three databases, namely Clinical Key, Pubmed, and ScienceDirect. The keywords used were Risk Factors of NAFLD in adult. The results obtained 13 articles to be reviewed. Many risk factors for NAFLD in adulthood inter alia: increased score HOMA-IR, PNPLA3 GG gene, presence of serum antibodies, villagers with a family history of metabolism disorder, serum selenium level ≥130 g/L, sleep duration of more than 8 hours, high pre-pregnancy maternal body mass index, various types of gene including PNPLA3, GKCR, TM6SF2, HSD17B13, MBOAT7, PPP1R3B, IRGM and LPIN1, consumption of sugar-rich drinks, increased SUA levels, obesity, pre-diabetes, and excessive food intake during lactation. In conclusion, there is a wide variety of risk factors for NAFLD in adults.Keywords: non-alcoholic fatty liver disease; risk factors; adulthood Abstrak: Hal yang dikhawatirkan dari NAFLD ialah bila terjadi komplikasi yang dapat berlanjut menjadi sirosis dan kegagalan fungsi hati. Pemahaman terhadap faktor-faktor risiko NAFLD akan memudahkan usaha menurunkan prevalensi penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor risiko NAFLD, khususnya pada usia dewasa. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database yaitu ClinicalKey, Pubmed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan ialah Risk Factors of NAFLD in adult. Hasil penelitian mendapatkan 13 artikel untuk di review setelah dilakukan penyesuaian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Faktor-faktor risiko dari NAFLD pada usia dewasa, yaitu peningkatan skor  HOMA-IR, gen PNPLA3 GG, adanya serum antibodies, penduduk desa dengan riwayat keluarga gangguan metabolik, kadar serum selenium ≥130 μg/L, tidur dengan durasi lebih dari 8 jam, BMI ibu pra-kehamilan yang tinggi, berbagai macam gen seperti PNPLA3, GKCR, TM6SF2, HSD17B13, MBOAT7, PPP1R3B, IRGM dan LPIN1, mengonsumsi minuman kaya gula, peningkatan kadar SUA, obesitas, pre-diabetes dan pemberian asupan makanan yang berlebihan selama masa menyusui. Simpulan penelitian ini ialah terdapat berbagai faktor risiko NAFLD yang sangat bervariasi pada usia dewasa.Kata kunci: non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD); faktor risiko; usia dewasa
Stenosis Trakea Distal Jinak Berat Pasca Trakeostomi dengan Gagal Napas Hiperkapnik: Dilatasi Bougie Terpandu Bronkoskopi dan Trakeostomi Distal Terarah Ronald D. Tampubolon; Barry I. Kambey; Mordekhai L. Laihad; Efata B. I. Polii
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.65878

Abstract

Abstract: Tracheal stenosis is a progressive upper-airway obstruction, most commonly occurring after intubation or tracheostomy in adults. We reported a 24-year-old man with a history of tracheostomy and prior bronchoscopy presented with acute worsening dyspnea and inspiratory stridor. Pre-intubation arterial blood gas demonstrated compensated hypercapnia (pH 7.347; pCO₂ 80 mmHg) despite oxygen saturation of 100%. Chest X-ray showed no significant parenchymal abnormality, and neck CT excluded external compression, while bronchoscopy revealed benign granulation tissue occluding >90% of the distal tracheal lumen, consistent with severe distal tracheal stenosis (Cotton–Myer grade 3–4) complicated by hypercapnic respiratory failure. Management consisted of emergency airway stabilization with orotracheal intubation and ICU care, followed by bronchoscopic bougie dilatation and targeted tracheostomy distal to the stenosis. This case highlights the need for high clinical suspicion and a multidisciplinary, stepwise approach to secure ventilation and bridge to definitive therapy. Keywords: tracheal stenosis; bronchoscopy; tracheostomy; hypercapnic respiratory failure   Abstrak: Stenosis trakea merupakan obstruksi jalan napas atas yang dapat progresif dan pada pasien dewasa paling sering terjadi pasca-intubasi atau pasca-trakeostomi. Kami melaporkan seorang laki-laki 24 tahun dengan riwayat trakeostomi dan bronkoskopi sebelumnya, datang dengan sesak mendadak memberat disertai stridor inspirasi dan rasa tercekik. AGD pra-intubasi menunjukkan hiperkapnia terkompensasi (pH 7,347; pCO₂ 80 mmHg) dengan saturasi oksigen 100%. Foto toraks tidak menunjukkan kelainan parenkim bermakna dan CT colli tidak menemukan kompresi eksternal, sedangkan bronkoskopi memperlihatkan jaringan granulasi jinak yang menutup >90% lumen trakea distal. Pasien didiagnosis stenosis trakea distal jinak derajat berat setara Cotton–Myer 3–4 dengan gagal napas hiperkapnik. Tata laksana dilakukan secara bertahap melalui intubasi darurat dan stabilisasi di ICU, dilatasi bougie terpandu bronkoskopi, serta trakeostomi terarah distal dari lesi, sudah sesuai dengan prinsip penatalaksanaan obstruksi jalan napas sentral. Pendekatan ini berhasil menstabilkan ventilasi, namun pasien tetap memerlukan tindak lanjut berupa rujukan untuk terapi definitif seperti pemasangan stent trakea. Kasus ini menekankan pentingnya kewaspadaan klinis dan pendekatan multidisiplin untuk stabilisasi jalan napas serta pemantauan restenosis sebagai jembatan menuju terapi definitif. Kata kunci: stenosis trakea; bronkoskopi; trakeostomi; gagal napas hiperkapnik