Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Partisipasi Pria (Vasektomi) pada Program Keluarga Berencana di Provinsi Sulawesi Utara Cyndi P. O. Taloko; Lydia E. N. Tendean; Aaltje E. Manampiring
e-CliniC Vol. 11 No. 1 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i1.44265

Abstract

Abstract: The main problem of vasectomy implementation in family planning and reproductive health programs is the low participation. This study aimed to analyze health promotion strategies in increasing male participation (vasectomy) in the Family Planning Program in North Sulawesi Province. This was a qualitative study using in-depth interviews with 20 informants related to the family planning program, especially vasectomy. Informants consisted of stakeholders, religion and community leaders, and male family planning motivators and acceptors. The results showed that the health promotion strategy in terms of advocacy by policy makers was carried out in the form of budget support by the central and provincial governments, however, it still required support from local governments in the form of special policies or budget support and there were still obstacles in the form of limited providers who wanted to perform male family planning services in health facilities. Social support with an approach through religion and community leaders had been carried out in religion activities or meeting activities but had not yet been able to measure the success of the support. Male family planning motivators and acceptors played a role in increasing male participation (vasectomy) through the dissemination of correct information and testimonials. In conclusion, health promotion to increase male participation (vasectomy) in family planning programs in North Sulawesi Province requires strategies in the form of advocacy by policy makers (stakeholders), social support through religion and community leaders as well as community empowerment by male family planning motivators and acceptors done optimally. Keywords: health promotion; family planning; male participant; vasectomy Abstrak: Masalah utama yang dihadapi implementasi metode kontrasepsi vasektomi ialah rendahnya partisipasi pria dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan partisipasi pria melalui vasektomi pada Program KB di Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan yang berhubungan dengan program KB, khususnya vasektomi. Informan terdiri dari stakeholder, tokoh agama/tokoh masyarakat (Toga/Toma), motivator KB pria, dan akseptor KB pria. Hasil penelitian mendapatkan bahwa strategi promosi kesehatan dari segi advokasi oleh pihak penentu kebijakan dilakukan dalam bentuk dukungan anggaran oleh pemerintah pusat maupun provinsi, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah berupa kebijakan khusus ataupun dukungan anggaran, serta masih terdapat kendala berupa terbatasnya provider yang mau melakukan pelayanan KB pria di fasilitas kesehatan. Peningkatan kesertaan KB pria melalui dukungan sosial dengan pendekatan melalui toga/toma telah dilaksanakan pada kegiatan keagamaan atau kegiatan pertemuan namun belum bisa diukur capaian keberhasilan dari dukungan tersebut. Motivator KB pria dan akseptor KB pria telah berperan dalam meningkatkan partisipasi pria (vasektomi) melalui penyebaran informasi yang benar maupun testimoni. Simpulan penelitian ini ialah promosi kesehatan untuk meningkatkan partisipasi pria pada program KB vasektomi di Provinsi Sulawesi Utara membutuhkan strategi dalam bentuk advokasi oleh pemangku kebijakan (stakeholder), dukungan sosial melalui Toga/Toma serta pemberdayaan masyarakat oleh motivator KB pria maupun akseptor KB pria yang dilakukan secara optimal. Kata kunci: promosi kesehatan; Keluarga Berencana; partisipasi pria; vasektomi
Analisis Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit Daerah Kepulauan Christin Andolo; Diana V. D. Doda; Lydia E. N. Tendean
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i1.50621

Abstract

Abstract: In general, developing countries have not yet implemented optimal management of medical waste, which causes the accumulation of medical waste. Research on medical waste management in hospitals located in the Archipelago area is still lacking, so research like this needs to be carried out. This study aims to analyze the implementation of the medical waste management system at the Islands Regional Hospital. The research method used is a qualitative method with eight informants. The research results show that in terms of human resources, there is still a lack, especially for the medical waste management section, of budgetary and financial resources to facilitate the training of medical staff, cleaning staff, procurement and maintenance of infrastructure, and investment in better waste management technology. Inadequate medical waste management methods also affect the effectiveness of medical waste management itself and can lead to an increasing amount of medical waste. The amount of medical waste generated can affect the capacity and method of treatment required. The observation results show that there are problems in sorting and containerizing medical waste where the trash for non-medical waste has been mixed with medical waste. In the temporary storage area, medical waste has accumulated a lot and has not been processed or recycled. Treatment of medical waste uses an autoclave and also incinerates medical waste manually. This is done because the incinerator is not functioning optimally. The conclusion of this study is that the medical waste management system is not yet optimal. It is hoped that the hospital, as well as health workers and cleaners, can implement an optimal medical waste management system to avoid things that can cause health problems, environmental disturbances, and ecosystem disturbances. Keywords: Waste, Medical, Non-Medical, Management. Abstrak : Secara umum pada negara berkembang belum menerapkan pengelolaan limbah medis yang optimal sehingga menyebabkan penumpukan limbah medis. Penelitian tentang pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit yang berada di daerah Kepulauan masih sangat kurang sehingga penelitian seperti ini perlu untuk dilakuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Daerah Kepulauan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan jumlah informan 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi sumber daya manusia masih kurang khususnya untuk bagian pengelolaan limbah medis, kurangnya sumber anggaran dan keuangan untuk memfasilitasi pelatihan tenaga medis, petugas kebersihan, pengadaan, perawatan sarana prasarana, serta investasi dalam teknologi pengelolaan limbah yang lebih baik. Metode pengelolaan limbah medis yang kurang memadai juga berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan limbah medis itu sendiri serta dapat menyebabkan jumlah limbah medis yang semakin banyak. Jumlah limbah medis dihasilkan dapat mempengaruhi kapasitas dan metode pengolahan yang dibutuhkan. Hasil observasi menunjukan bahwa adanya masalah dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis, dimana tempat sampah untuk limbah non medis sudah tercamur dengan limbah medis . Di tempat penyimpanan sementara limbah medis sudah sangat menumpuk dan belum di olah ataupun di daur ulang. Pengolahan limbah medis menggunakan autoclave dan juga melakukan pembakaran limbah medis secara manual hal ini dilakukan karena incinerator belum berfungsi secara optimal. Kesimpulan penelitian ini yaitu belum optimalnya sistem pengelolaan limbah medis. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dan juga petugas kesehatan serta petugas kebersihan dapat menerapkan sistem pengelolaan limbah medis secara optimal untuk menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, gangguan lingkungan dan juga gangguan ekosistem. Kata Kunci : Limbah, Medis, Non Medis, Pengelolaan.
Pengaruh Diabetes Mellitus Terhadap Kejadian Disfungsi Ereksi Alpacino J. Wowor; Lydia E. N. Tendean; Janette M. Rumbajan
eBiomedik Vol. 9 No. 2 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i2.31783

Abstract

Abstract: Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease that can be found at all ages, especially in adults and the elderly. Erectile Dysfunction (ED) is the inability to maintain an erection. Like DM, DE is still a problem facing the world, including Indonesia. Blood vessels can be damaged by various factors, one of which is uncontrolled blood sugar levels that can lead to Erectile Dysfunction. The International Index of Erectile Function (IIEF-5) or Sexual Health Inventory for Men (SHIM) is a tool for diagnosing ED. The purpose of this study was to determine the effect of Diabetes Mellitus on the incidence of Erectile Dysfunction. This study took the form of a literature review with data searches using three databases, namely Pubmed, ScienceDirect and Google Scholar. The keywords used were Diabetes Mellitus "AND" Erectile Dysfunction. 10 literature was obtained after being selected based on inclusion and exclusion criteria.  According to the ten literature selected in this study, all found an effect of Diabetes Mellitus on the incidence of Erectile Dysfunction. In Conclusion, Diabetes Mellitus affects the occurrence of Erectile Dysfunction.Keywords: Diabetes Mellitus, Erectile Dysfunction.  Abstrak: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang dijumpai pada segala usia terutama pada dewasa dan lansia. Disfungsi Ereksi (DE) merupakan ketidakmampuan dalam mempertahankan ereksi. Seperti halnya DM, DE juga masih menjadi masalah yang dihadapi dunia termasuk Indonesia. Pembuluh darah dapat mengalami kerusakan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kadar gula darah yang tidak terkontrol sehingga dapat memicu terjadinya Disfungsi Ereksi. International Index of Erectile Function (IIEF-5) atau Sexual Health Inventory for Men (SHIM) merupakan alat bantu dalam penegakan diagnosis DE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diabetes Mellitus terhadap kejadian Disfungsi Ereksi. Penelitian ini berbentuk literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database, yaitu Pubmed, ScienceDirect dan Google Cendekia. Kata kunci yang digunakan yaitu Diabetes Mellitus “DAN” Erectile Dysfunction. Didapatkan 10 literatur setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan dari sepuluh literatur yang dipilih dalam penelitian ini, seluruhnya mendapati adanya pengaruh Diabetes Mellitus terhadap kejadian Disfungsi Ereksi. Sebagai simpulan, Diabetes Mellitus berpengaruh terhadap terjadinya Disfungsi Ereksi.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Disfungsi Ereksi.