Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Neraca Air Sungai Ranowangko Di Titik Bendung Ranowangko 2 Kelurahan Kayawu Kota Tomohon Jonathan R. Kawet; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54752

Abstract

Sungai Ranowangko, di Sulawesi Utara, Indonesia, mengalir melewati beberapa kelurahan di Kota Tomohon dan sejumlah desa di Kabupaten Minahasa. Bendung Ranowangko 2, yang terletak di Kelurahan Kayawu, menjadi salah satu titik pengelolaan sumber daya air. Untuk memberikan pemahaman terkait distribusi air dan bagaimana ketersediaan air di daerah tersebut, dilakukan suatu analisis terkait neraca air. Analisis Neraca Air melibatkan perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Ketersediaan air dihitung dengan data debit tahun 2008–2021 yang didapatkan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I. Metode NRECA merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan air yang berfokus pada kebutuhan air irigasi. Setelah melakukan analisis neraca air, hasil yang diberikan menunjukkan bahwa debit sungai yang tersedia masih mampu melayani lahan irigasi pada periode Jan I, Feb I, Feb II, Mar I, Mar II, Apr I, Apr II, Mei I, Jun I, Jun II, Jul I, Oct II, Nov I, Nov II, Des I, Des II. Sementara itu, pada periode Jan II, Mei II, Jul II, Ags I, Ags II, Sep I, Sep II, Okt I debit sungai yang tersedia belum mampu melayani lahan irigasi karena ketersediaan air masih lebih kecil dari kebutuhan. Kata kunci: Sungai Ranowangko, Metode NRECA, Neraca Air
Review Potensi Debit Banjir Dan Elevasi Muka Air Sungai Sosoan Sapa Kelurahan Tumatangtang Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon Marcelino G. R. Mamoto; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54769

Abstract

Sungai Sosoan Sapa mengalir dari Gunung Toulangkow dan melintasi Kelurahan Tumatangtang. Pada saat intensitas hujan yang tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri Kelurahan Tumatangtang. Usaha warga telah dilakukan untuk mengatasi banjir tersebut namun masih kurang berhasil. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui besarnya debit banjir dan tinggi muka air yang potensial terjadi sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian dari bencana tersebut. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2012 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Kakaskasen. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi dengan menggunakan program komputer HEC-RAS menunjukkan adanya luapan di STA 0+25 pada kala ulang 50 dan 100 tahun. Luapan terjadi pada STA 0+75 dan STA 0+100 pada kala ulang 10 sampai 100 tahun. Pada STA 0+200 luapan terjadi pada kala ulang 25 sampai 100 tahun dan pada STA 0+175 luapan hanya terjadi pada kala ulang 100 tahun. Luapan juga terjadi pada STA 0+50 dan STA 0+125 pada setiap kala ulang. Hasil simulasi juga menunjukkan tidak terjadi luapan pada STA 0+150 pada setiap kala ulang. Kata kunci: Sungai Sosoan Sapa, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Ranowangko Di Titik Jembatan Ranowangko Kelurahan Woloan Satu Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon Ricardo I. W. Kalangi; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54858

Abstract

Sungai Ranowangko merupakan salah satu sungai yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Aliran sungai Ranowangko melewati beberapa kelurahan di Kota Tomohon dan sebagian desa di Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Curah hujan yang tinggi dan cukup panjang menyebabkan sungai ini meluap dan membanjiri daerah di sekitar sungai. Banjir yang terjadi mengakibatkan kerugian yang besar bagi masyarakat. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui besarnya debit banjir dan tinggi muka air Sungai Ranowangko sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian dari bencana banjir. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2012 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Kakaskasen. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+50, STA 0+75, STA+100, STA+125 pada debit kala ulang 5 tahun (Q5). STA 0+50, STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 pada debit kala ulang 10 tahun (Q10). Kemudian Luapan Terjadi pada semua STA pada debit kala ulang 25 tahun (Q25), kala ulang 50 tahun (Q50), dan kala ulang 100 tahun (Q100). Kata kunci: Sungai Ranowangko, HEC-HMS, HEC-RAS
Penataan Sistem Drainase Di Jalan RS. GMIM Kalooran Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Rafael W. Sondakh; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58199

Abstract

Jalan RS Kalooran adalah jalan yang berada di kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Di beberapa section jalan tersebut kerap kali terdapat genangan air dari saluran drainase akibat curah hujan yang tinggi. Drainase yang berada di kawasan tersebut banyak terjadi pengendapan sedimentasi yang mengakibatkan rusaknya konstruksi yang terdapat di saluran sehingga air hujan mengalir memenuhi jalan. Dari kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis kinerja sistem drainase untuk mengurangi resiko terjadi genangan ataupun banjir di wilayah tersebut. Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah drainase termasuk kondisi sistem dan prasarana drainase sekaligus memberi solusi untuk meminimalisir terjadinya genangan dengan meninjau kembali sistem drainase dan dimensi saluran eksisting yang ada. Sehingga dari hasil penelitian dalam tugas akhir ini dapat memberikan data-data terkait masalah drainase di Jalan RS GMIM Kalooran dengan pemecahan masalah berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidraulika aliran saluran terbuka. Tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, selanjutnya dilakukan pengumpulan data primer melalui survei lapangan untuk mendapatkan data fisik saluran, mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dengan pengamatan dan wawancara penduduk yang tinggal Jalan RS GMIM Kalooran. Analisis Data yang dilakukan dalam penelitian iniadalah : a. Analisis Hidrologi Analisis data curah hujan rencana; Analisis debit rencana saluran; b. Analisis Hidraulika; Cek kapasitas saluran dan gorong-gorong. Berdasarkan hasil analisis, hampir semua saluran tidak dapat mengalirkan debit rencana dikarenakan beban debit dari area perbukitan juga mengalir ke sistem drainase disekitar RS GMIM Kalooran. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperlukan penambahan saluran drainase baru dan menambah 2 outlet baru agar akumusi debit di outlet eksisting tidak terlalu besar, Penyesuaian dimensi pada saluran eksisting yang sudah ada, Pada sistem saluran eksisting terdapat 32 saluran dan 14 gorong-gorong yang mengalirkan air menuju 2 titik outlet. Kata kunci: drainase, analisis hidrologi, analisis hidraulika, saluran