p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KESMAS
Maureen I. Punuh
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal pada Petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Nathania Degista Tololiu; Oksfriani J. Sumampouw; Maureen I. Punuh
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal dan postur kerja merupakan salah satu masalah pada pekerja informal khususnya PETANI. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya masalah saat bekerja seperti masalah seperti kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan postur kerja dan keluhan musculoskeletal pada petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap 77 petani. Pengukuran menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding berumur >56 tahun (32,5%), laki-laki (70,1%), bekerja 1-8 jam perhari (59,7%), pendidikan SMA (36,4%), telah bekerja >10 tahun (98,7%), merokok (61,0%), dan mengkonsumsi alkohol (55,8%). Kesimpulan penelitian ini yaitu postur kerja berisiko namun hampir seluruh petani hanya merasakan keluhan yang ringan atau rendah saja. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Postur Kerja petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding sebagian besar masuk dalam kategori beresiko tinggi yaitu (58,4%) postur kerja tersebut perlu dilakukan tindakan perbaikan secepatnya dan Keluhan Muskuloskeletan di Desa Kakenturan Kecamatn Modoinding sebagian besar masuk dalam kategori rendah yaitu (59,7%). Kata Kunci: Postur Kerja; Keluhan Muskuloskeletal; Petani. ABSTRACT Musculoskeletal complaints and work posture are one of the problems in informal workers, especially FARMERS. This can cause problems at work such as problems such as work accidents. The purpose of this study was to describe the work posture and musculoskeletal complaints of farmers in Kakenturan Village, Modoinding District, South Minahasa, North Sulawesi Province. This research is a descriptive study of 77 farmers. Measurements used the Nordic Body Map (NBM) and Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) questionnaires. Data were analyzed univariately. The results showed that most of the farmers in Kakenturan Village, Modoinding District aged >56 years (32.5%), male (70.1%), working 1-8 hours per day (59.7%), high school education (36 .4%), had worked >10 years (98.7%), smoked (61.0%), and consumed alcohol (55.8%). The conclusion of this study is that the work posture is risky, but almost all farmers only feel mild or low complaints. The conclusion of this study is that the work posture of farmers in Kakenturan Village, Modoinding Subdistrict, is mostly in the high risk category, namely (58.4%) the work posture needs to be corrected as soon as possible and Musculoskeletal complaints in Kakenturan Village, Modoinding sub-district, mostly fall into the low category, namely (59.7%). Keyword: Work Posture; musculoskeletal disorders; Farmer
Gambaran Aktivitas Fisik Siswa Kelas XI Jurusan Kecantikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri SMKN 3 Manado Saat Pembelajaran Jarak Jauh Astri Lyseria Losu; Maureen I. Punuh; Ester C. Musa
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kebugaran, akan tetapi 23% orang dewasa di seluruh dunia (berusia 18 tahun ke atas) (pria 20%, wanita 27%) dan 81% remaja (usia 11-17) masih kurang melakukan aktivitas fisik seperti seharusnya, partisipasi mereka dalam aktivitas fisik masih termasuk kedalam kategori kurang aktif. Penurunan aktivitas fisik terutama terjadi pada usia siswa terutama pada mahasiswa yang sama sekali tidak ada pembelajaran pendidikan jasmani (penjas) ataupun pembelajaran aktivitas fisik, terkecuali pada program-program keolahragaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui “Gambaran aktivitas fisik siswa kelas XI Jurusan Kecantikan sekolah menengah kejuruan negeri 3 manado saat pembelajaran jarak jauh”. Penelitian merupakan penelitian Survei deskriptif, dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2021 pada siswa kelas XI Jurusan Kecantikan sekolah menengah kejuruan negeri 3 manado. Sampel yang digunakan sebesar 53 Siswi. Instrumen penelitian: kuesioner menggunakan aplikasi google form, International Physical Activity Questionare/IPAQ (Short Last 7 Days). Pengolahan data menggunakan Analisis Univariat. Hasil penelitian pada siswa kelas XI Jurusan Kecantikan sekolah menengah kejuruan negeri 3 manado berdasarkan IPAQ dan aktivitas yang paling sering adalah aktivitas fisik sedang yaitu sebesar 52,8%, ringan 41,5% dan berat 5,7%.  Kata kunci:Aktifitas Fisik, Pembelajaran Jarak Jauh  ABSTRACTPhysical activity has many health and fitness benefits, but 23% of adults worldwide (aged 18 years and over) (20% men, 27% women) and 81% of adolescents (ages 11-17) still lack physical activity. as it should be, their participation in physical activity is still included in the less active category. The decrease in physical activity mainly occurs at the age of students, especially in students who have absolutely no physical education learning or physical activity learning, except for sports programs. The purpose of the study was to determine "The description of the physical activity of class XI students of the Department of Beauty at the State Vocational High School 3 Manado during distance learning". This research is a descriptive survey research, carried out from October to December 2021 in class XI students of the Beauty Department at the State Vocational High School 3 Manado. The sample used is 53 students. Research instrument: questionnaire using google form application, International Physical Activity Questionnaire/IPAQ (Short Last 7 Days). Data processing using Univariate Analysis. The results of the research on class XI students of the Department of Beauty, State Vocational High School 3 Manado based on IPAQ and the most frequent activity was moderate physical activity, namely 52.8%, 41.5% light and 5.7% heavy. Keywords: Physical Activity, Distance Learning
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Ekslusif dengan Status Gizi pada Anak Usia 12-59 Bulan di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Nikita F. Wattimena; Maureen I. Punuh; Budi T. Ratag
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian orang tua diperlukan untuk status gizi pada usia 2-5 tahun (golden age). Nutrisi bayi dikonsumsi selama pertumbuhan dan perkembangan tetapi kekurangan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Perkembangan otak terjadi dengan cepat dari usia 30 minggu hingga 18 bulan. Status gizi anak di bawah 5 tahun dapat dikategorikan baik atau buruk dengan membandingkan usianya dengan berat badan menurut pedoman World Health Organization (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran riwayat pemberian ASI Esklusif, gambaran status gizi pad anak usia 12-59 buln, hubungan riwyat pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional Study dengan sampel sebanyak 100 dari 1015 anak usia 12-59 bulan. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan, microtoise dan kuesioner tentang riwayat pemberian ASI. Dari 100 sampel, didapat 30 sampel yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ekslusif dengan status gizi BB/U p=0,819, status gizi TB/U p=0,208, status gizi BB/TB p=0,852 (nilai p<0,005). Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ekslusif dengan stats gizi BB/U, TB/U, dan BB/TB. Kata Kunci: Riwayat ASI Eksklusif, Status Gizi, Anak ABSTRACTParental attention is needed for nutritional status at the age of 2-5 years (Golden Age). Baby nutrients are consumed during growth and development but deficiency can because permanent damage. Brain development occurs rapidly from 30 weeks to 18 months of age. The nutritional status of children of 5 years can be categorized as good or bad by comparing their age with body weight according to World Health Organization (WHO) guidelines. The research was conducted with a Cross Sectional study with a sample of 100 children from 1015 children 12-59 months of age. The tool used in this research is a questionnaire about breast milk, scales, and microtoise. From 100 samples, 42 children got exclusively breast milk. The result showed that there was no relationship between history of exclusive breastfeeding and nutriotional status of BB/U p=0,470, nutritional status TB/U p=0,101, dan nutritional status BB/TB p=0,289 (nilai p>0,005). The conclusion is there is no relationship between history of breastfeeding and nutriotional status of BB/U, TB/U, and BB/TB. Keyword: History of Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status, Children