Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DETERMINAN PERSALINAN SESAR WANITA TANPA KOMPLIKASI KEHAMILAN DI INDONESIA 2017 Aditya Yogatama; Winih Budiarti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.331 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.153

Abstract

Tujuan nomor 3 Sustainable Development Goals (SDGS) adalah memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia. Beberapa target dari tujuan tersebut adalah menurunkan angka kematian ibu pada tahun 2030 menjadi tidak lebih dari 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mencapai cakupan kesehatan universal. Salah satu cara menurunkan risiko kematian pada ibu yang punya komplikasi kehamilan adalah secara normal adalah operasi sesar meskipun bukan berarti operasi sesar tidak memiliki efek samping. World Health Organization berpendapat bahwa angka persalinan sesar suatu negara diatas 10 persen tidak ada hubungannya dengan angka kematian ibu, kondisi ini belum terpenuhi di Indonesia pada tahun 2017 dimana angka persalinan sesar menyentuh angka 17 persen. Persalinan sesar juga lebih sering terjadi pada wanita perkotaan dimana sebesar 66,5 persen persalinan sesar dilakukan di perkotaan. Tidak hanya itu, hanya sebesar 25 persen wanita miskin yang memanfaatkan fasilitas ini. Meskipun angka persalinan sesar sudah terlalu tinggi, persalinan sesar lebih sering dimanfaatkan oleh golongan tertentu. Penelitian ini berjenis cross section menggunakan regresi logistik multilevel dengan tujuan menemukan gambaran umum dan karakteristik persalinan wanita tanpa komplikasi kehamilan dan variabel individual serta kontekstual yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13,8 persen persalinan wanita tanpa komplikasi kehamilan dilakukan secara sesar. Dari hasil analisis ditemukan bahwa 7,52 persen keragaman disebabkan oleh variabel kontekstual. Variabel-variabel yang berpengaruh secara signifikan adalah usia, pendidikan formal yang ditamatkan, riwayat keguguran, anak yang pernah dilahirkan dan karakteristik wilayah pdrb per kapita dan persentase rumah sakit swasta.
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2012-2017 Khoirun Nisa; Winih Budiarti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.047 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.186

Abstract

Angka kemiskinan Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, penurunan angka kemiskinan ini masih belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah seperti MDGs dan RPJMN 2009-2014. Perlu adanya strategi baru oleh pemerintah untuk mengejar target pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK dianggap mampu mempercepat pengentasan kemiskinan di banyak negara. Perkembangan TIK dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK). IP- TIK Indonesia mengalami peningkatan tiap tahun. Selain TIK, diperlukan infrastruktur lain yang menunjang keberadaan TIK, seperti infrastruktur jalan dan listrik serta adanya pemerataan pembangunan yang dapat dilihat melalui PDRB per kapita. Adanya otonomi daerah menyebabkan adanya ketidakmerataan pembangunan antar provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IP-TIK serta variabel lainnya terhadap tingkat kemiskinan pada masing-masing provinsi di Indonesia dengan menggunakan analisis data panel tidak seimbang (unbalanced data panel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Hasil REM menunjukkan bahwa IP-TIK, PDRB per kapita, infrastruktur jalan, dan infrastruktur listrik berhubungan negatif dan signifikan secara statistik terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia.
Determinan Kemiskinan di DI Yogyakarta Tahun 2011-2020 Ahmad Irsyad Agung; Winih Budiarti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2022 No 1 (2022): Seminar Nasional Official Statistics 2022
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.095 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1435

Abstract

Poverty is one of the factors to see the welfare of the people in an area. One indicator to see poverty in an area is the percentage value of poverty. In 2020, in the publication of the Central Statistics Agency, DI Yogyakarta is the province with the highest poverty percentage value of all provinces on the island of Java and is above the national poverty. If the problem of poverty in Yogyakarta is not immediately addressed, the people who are trapped in poverty will always be in a cycle of poverty. This study aims to explain the determinants of poverty in DI Yogyakarta in 2011-2020. The type of data used is panel data with a cross-section of 5 provinces from 2011-2020. By using panel data regression analysis with fixed effect mode, the results show that the variables of life expectancy (UHH), economic growth rate (LPE) and minimum wage have a significant negative effect, while literacy rate (AMH) does not have a significant effect on the percentage of poverty in Indonesia. DI Yogyakarta Province in 2011-2020.