Era revolusi industri 4.0 mengakibatkan adanya otomatisasi, sehingga beberapa peran manusia telah digantikan oleh mesin-mesin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan jumlah pengangguran. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran adalah dengan meningkatkan kualitas SDM melalui program pendidikan SMK. Pemerintah mengharapkan kebijakan tersebut dapat menghasilkan angkatan kerja lulusan SMK yang lebih siap di pasar tenaga kerja. Namun harapan pemerintah tersebut belum sepenuhnya terwujud. Karena menurut SAKERNAS Agustus 2019 oleh BPS, lulusan SMK memiliki tingkat pengangguran tertinggi dibandingkan lulusan tingkat pendidikan lainnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beragam faktor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap durasi mencari kerja angkatan kerja lulusan SMK. Penelitian ini menggunakan data dari SAKERNAS Agustus 2019 dan Publikasi Statistik Indonesia 2020. Metode Analisis yang digunakan adalah multilevel survival analysis. Metode ini dipilih karena faktor-faktor yang berpengaruh membentuk struktur hierarki pada tingkat provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan pada tingkat kesalahan 5 persen adalah umur, jenis kelamin, klasifikasi wilayah tempat tinggal, status dalam rumah tangga, status migran risen dan UMP.