Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

USAHA RUMAH TANGGA TERNAK SAPI POTONG DI INDONESIA : SUDAH EFISIEN? M Lutfi Azhar Alhafis; Dewi Purwanti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.462 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.602

Abstract

Pola konsumsi masyarakat yang berubah ke arah konsumsi protein hewani disebabkan oleh perbaikan taraf hidup, peningkatan pendapatan dan peningkatan jumlah penduduk, mendorong peningkatan permintaan atas daging sapi. Indonesia dihadapkan dengan membesarnya defisit daging sapi potong dan terus meningkatnya harga daging sapi. Peternak sapi potong diduga kurang efisien dalam pemanfaatan dan penggunaan faktor-faktor produksi yang ada. Penelitian ini beurtjuan untuk menganalisis faktor produksi apa saja yang berpengaruh terhadap produksi usaha rumah tangga ternak sapi potong di Indonesia, serta faktor-faktor apa saja yang berpengaruh signifikan terhadap efek inefisiensi produksinya, dan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis penggunaan faktor produksi peternakan sapi potong. Penelitian ini akan menggunakan metode stochastic frontier analysis yang diolah menggunakan perangkat lunak Frontier 4.1 dengan fungsi produksi frontier Cobb-Douglas. Raw data SOUT-Peternakan 2017 dengan ternak terpilih sapi potong adalah data yang digunakan dalam penelitian ini. Lokus dalam penelitian ini adalah seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2017. Dari pengolahan data yang dilakukan, penelitian ini menghasilkan penghitungan bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi khususnya nilai pertambahan bobot sapi potong adalah sapi penggemukan, hijauan, konsentrat, vaksin, obat, dan tenaga kerja, sedangkan faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi produksinya adalah kelompok peternak, pengalaman, pendidikan, dan umur, dengan tingkat efisiensi sedang.