Ria Hasrawati
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, Jl Raya Kaligawe KM 4, Semarang, Indonesia, 50112.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sikap dengan Perilaku Tenaga Kefarmasian Terkait Peredaran Obat Palsu di Apotek Kota Semarang Nisa Febrinasari; Arifin Santoso; Ria Hasrawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.58200

Abstract

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki nilai penemuan obat palsu yang cukup tinggi. Adanya penemuan peredaran obat palsu di Kota Semarang menunjukkan bahwa pengetahuan terkait obat palsu, sikap dan perilaku tenaga kefarmasian selaku penanggung jawab pelayanan kefarmasian menjadi sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap peredaran obat palsu di apotek kota Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasi, yang dilakukan dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga Kefarmasian (apoteker dan tenaga teknis kefarmasian) yang bekerja di apotek wilayah kota semarang dengan sampel sebanyak 80 orang. Pengambilan data menggunakan lembar google form. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan pengetahuan tenaga kefarmasian dengan perilaku terkait obat palsu didapatkan nilai p sebesar 0,234, sedangkan hubungan sikap dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap obat palsu didapatkan nilai sebesar p= 0,019. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap obat palsu di apotek kota semarang, tetapi terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku tenaga kefarmasian terhadap obat palsu di kota semarang. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menggambarkan mengenai perilaku Tenaga Kefarmasian di Apotek sebagai peran untuk pencegahan dan evaluasi obat palsu di bidang kefarmasian.