Halusinasi adalah gangguan atau perubahan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang didunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Pencegahan halusinasi pendengaran sudah dilakukan beberapa tindakan terapi keperawatan Halusinasi pendengaran dapat diatasi dengan pemberian terapi okupasi aktivitas waktu luang, Satu diantara beberapa penanganan pasien gangguan jiwa yang mengalami halusinasi memberikan terapi okupasi. Terapi okupasi (waktu luang) sudah sejak jaman dulu kala telah dikenal sebagai sesuatu untuk mempertahankan hidup atau survival, dan juga diketahui sebagai sumber kesenangan. Dengan bekerja dan melakukan aktivitas di waktu luang, seseorang akan menggunakan otot-otot dan fikirannya, misalnya dengan melakukan permainan, menyapu, membersihkan tempat tidur, menanam, menggambar dan lain-lain dimana hal-hal ini akan mempengaruhi kesehatannya. Tujuannya melakukan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, membuat perencanaan, melakukan implementasi, dan mengevaluasi tindakan keperawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, dimana peneliti hanya mengangkat satu pasien menjadi responden dan diberikan terapi aktivitas waktu luang. Analisis datanya menggunakan lembar observasi untuk melihat sejauhmana kegiatan yang diberikan dapat mengontrol halusinasi pendengaran. Lembar observasi ini digunakan selama 1 minggu untuk melihat keberhasilan tindakan yang diberikan. Hasil penelitian, terapi okupasi dapat mengontrol halusinasi pendengaran dengan kegiatan-kegiatan yang diberikan kepada pasien. DariĀ kegiatan yang diberikan responden hanya dapat melakukan 1 kegiatan menjadi 3 kegiatan yang dilakukan untuk mengontrol halusinasi.