Tri Nurminingsih Hatala
STIKES Rs Dr. J. A. Latumeten Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang dalam Upaya Mengontrol Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran Yola Laisina; Hani tuasikal; Tri Nurminingsih Hatala
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.597-602

Abstract

Halusinasi adalah gangguan atau perubahan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang didunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Pencegahan halusinasi pendengaran sudah dilakukan beberapa tindakan terapi keperawatan Halusinasi pendengaran dapat diatasi dengan pemberian terapi okupasi aktivitas waktu luang, Satu diantara beberapa penanganan pasien gangguan jiwa yang mengalami halusinasi memberikan terapi okupasi. Terapi okupasi (waktu luang) sudah sejak jaman dulu kala telah dikenal sebagai sesuatu untuk mempertahankan hidup atau survival, dan juga diketahui sebagai sumber kesenangan. Dengan bekerja dan melakukan aktivitas di waktu luang, seseorang akan menggunakan otot-otot dan fikirannya, misalnya dengan melakukan permainan, menyapu, membersihkan tempat tidur, menanam, menggambar dan lain-lain dimana hal-hal ini akan mempengaruhi kesehatannya. Tujuannya melakukan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, membuat perencanaan, melakukan implementasi, dan mengevaluasi tindakan keperawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, dimana peneliti hanya mengangkat satu pasien menjadi responden dan diberikan terapi aktivitas waktu luang. Analisis datanya menggunakan lembar observasi untuk melihat sejauhmana kegiatan yang diberikan dapat mengontrol halusinasi pendengaran. Lembar observasi ini digunakan selama 1 minggu untuk melihat keberhasilan tindakan yang diberikan. Hasil penelitian, terapi okupasi dapat mengontrol halusinasi pendengaran dengan kegiatan-kegiatan yang diberikan kepada pasien. DariĀ  kegiatan yang diberikan responden hanya dapat melakukan 1 kegiatan menjadi 3 kegiatan yang dilakukan untuk mengontrol halusinasi.
Upaya Menilai Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia Prasekolah melalui Senam Ceria Tri Nurminingsih Hatala
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.603-608

Abstract

Anak usia pra sekolah adalah mereka yang berusia antara Anak usia pra sekolah adalah mereka yang berusia antara tiga sampai enam tahun . Anak usia prasekolah sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental. Pada anak usia 0-6 tahun hendaklah memberikan layanan pendidikan dengan baik, karena masa itu lah anak dapat di rangsang segala apek perkembangannya..salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menilai perkembangan motorik kasar anak melalui senam ceria yang tujuan utamanya adalah pengembangan kualitas terhadap fisik serta penguasaan pengontrolannya Maka dari itu peneliti mengangkat masalah ini untuk menilai kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah melalui senam ceria di RA IT Yaa Bunayya Hidayatullah Ambon. Metode penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Populasi 13 pasien dengan teknik sampling menggunakan total sampling anak usia prasekolah . Hasil yang didapat menilai perkembangan motorik kasar pada anak usia sekolah. Kesimpulan. efektifitas pelaksanaan senam ceria membawa dampak positif dalam menilai perkembangan motoric.