Husnawati Djabbar
PT Pertamina EP Sangatta Field

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Budidaya Lebah Kelulut Menuju Eduwisata Unggul Di Desa Sangatta Selatan, Kec. Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur Jurnal CARE CARE; Noor Aisyah Amini; Husnawati Djabbar; Luthfi Kurniawan Joshi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warga Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, telah lama memperoleh manfaat dari madu lebah kelulut yang dipanen secara tradisional. Melihat potensi tersebut, PT Pertamina Asset 5 Sangatta Field memberikan dukungannya dengan mengembangkan Program Kebun Kelulut Sangatta. Program Kebun Kelulut Sangatta memberikan bimbingan kepada Kelompok Trigona Reborn yang beranggotakan 25 orang penduduk setempat dalam budidaya lebah kelulut secara modern. Capaian program tersebut sejauh ini adalah terbangunnya eduwisata Kebun Kelulut di Desa Sangatta Selatan, inovasi paten sederhana alat panen madu beeshave, serta pendampingan pokdarwis dalam kegiatan budidaya dan pemasaran produk madu kelulut. Kajian ini memetakan bahwa Program Kebun Kelulut Sangatta memiliki aspek kebaruan, core competency serta sensitivitas terhadap krisis, terutama krisis ekonomi dan kesehatan yang disebabkan pandemi covid-19. Selain itu terdapat beberapa inovasi sosial yang dihasilkan yaitu: manfaat ekonomi, dengan adanya tambahan pendapatan bagi kelompok secara kolektif dan anggota kelompok dari hasil penjualan madu kelulut, manfaat kesehatan dimana madu kelulut mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia serta manfaat ekologi dimana lebah kelulut memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman. Kata kunci: inovasi, budidaya, lebah kelulut, Desa Sangatta Selatan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Madu Sari Alam Di Desa Tanah Datar, Muara Badak, Kutai Kartanegara Jurnal CARE CARE; Adi Firmansyah; Naomi Shinta Pasila; Husnawati Djabbar
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi Madu Sari Alam di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara ini bagi kehidupan masyarakat sekitar, baik dari aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Waktu pelaksanaan kajian pada bulan Agustus-September 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi pelaksanaan program di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian kualitatif (deskriptif). Ada dua jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis inovasi madu sari alam ternyata telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi dapat dilihat dari tambahan pendapatan yang diperoleh anggota kelompok. Peningkatan pendapatan kelompok berasal dari hasil penjualan madu, baik secara online maupun offline. Dampak sosial terlihat dari penguatan kapasitas kelembagaan kelompok, peningkatan kohesivitas kelompok dan kontribusi dalam pengurangan kemiskinan. Manfaat sosial lainnya adalah dalam hal kontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena penyediaan pangan sehat/madu. Dampak lingkungan dapat dilihat dari penanaman pohon sehingga mampu mengurangi emisi. Faktor keberhasilan program ini terletak pada pemberdayaan secara partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pendekatan dialog untuk membangun kesadaran pada komunitas juga menjadi pendorong kemandirian kelompok. Kata kunci: inovasi, lebah kelulut, madu sari alam