Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Tema Makanan Sehat di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 029 Sungai Pinang ningrum larasati; herlina -; Syarifuddin -
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 5, No 2 (2022): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v5i2.19269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada tema makanan sehat melalui penerapan metode pembelajaran problem solving di kelas V Sekolah Dasar Negeri 029 Sungai Pinang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa diantaranya siswa kurang mampu menganalisis sebuah permasalahan, siswa kurang mampu memberikan alasan mengapa memilih jawaban tersebut, dan siswa belum mampu menarik kesimpulan dari solusi permasalahan yang telah diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas dan 18 orang siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 029 Sungai Pinang. Objek dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran problem solving dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini diketahui sebelum dilakukan tindakan 11 orang siswa atau 61,11% berada pada kategori kurang kritis, 5 orang siswa atau 27,77% berada pada kategori cukup kritis, dan 2 orang siswa atau 11,11% berada pada kategori kritis. Kemudian dilakukan tindakan perbaikan dengan metode pembelajaran problem solving. Pada siklus I kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, 10 orang siswa atau 55,55% berada pada kategori cukup kritis dan 8 orang siswa atau 44,44% berada pada kategori kritis. Selanjutnya pada siklus II kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan yaitu 4 orang siswa atau 22,22% berada pada kategori sangat kritis, 11 orang siswa atau 61,11% berada pada kategori kritis dan 3 orang siswa atau 16,66% berada pada kategori cukup kritis. Pada siklus II kemampuan berpikir kritis siswa telah mencapai target keberhasilan tindakan yang ditetapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem solving pada tema makanan sehat dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V Sekolah Dasar Negeri 029 Sungai Pinang.