Moh. Karmin Baruadi
Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sendi Adat dan Eksistensi Sastra: Pengaruh Islam dalam Nuansa Budaya Lokal Gorontalo Moh. Karmin Baruadi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 14, No 2 (2012): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.674 KB) | DOI: 10.18860/el.v14i2.2312

Abstract

This articel aimed to describe a value of custom and an existence of unwritten literature which becomed a local tradition among Gorontalo society. It researched custom phenomenon through historical fenomenologic and empiric approach. The result of this study showed that Gorontalo Ethnic was people who applied custom based on kitâb Allâh as their rule life. So, Gorontalos culturally appreciated the tradition which were based on Islam forever and ever.Gorontalo’s culture was influenced by Islam which  could be seen through the way of their culturing and their literaturing.  They based their culture, art, and literature to Islam because they thought these were  like praying to Allah. The Islamic values in the Gorontalo’s culture and literature were coherence to their custom untill today. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang sendi adat dan keberadaan sastra lisan Gorontalo yang mentradisi pada budaya lokal masyarakat Gorontalo. Pengkajian dilakukan secara historical-fenomenologis melalui penelusuran literatur dan pengamatan empirik terhadap pelaksanaannya di setiap peristiwa adat. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan kenyataan historis masyarakat suku Gorontalo adalah masyarakat adat, yang menempatkan adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitâb Allâh sebagai pandangan hidup, sehingga secara kultural masyarakat Gorontalo sangat menghargai tradisitradisi terutama yang bernuansa Islami yang selamanya tetap dipelihara dan dilestarikan. Kebudayaan Gorontalo identik dengan Islam yang tampak pada aktivitas berbudaya dan bersastra. Berbudaya, berseni dan bersastra dengan azas Islam yang dilakukan oleh masyarakat Gorontalo dapat diinterpretasikan sebagai suatu wujud beribadah kepada Allah. Nilai-nilai Islami dalam budaya dan peradaban Gorontalo termasuk sastranya menyatu dengan adat istiadat yang berlaku hingga sekarang.
Tradisi Sastra Dikili dalam Pelaksanaan Upacara Adat Maulidan di Gorontalo Moh. Karmin Baruadi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.179 KB) | DOI: 10.18860/el.v16i1.2760

Abstract

This article intent to reveal extent dikili's activity performing that terminological custom tradition/Gorontalo's culture. Assessment did by sosio-cultural's approaching passes through search empirik's literature and watch to its performing at any given custom scene about dikili  that. Study result points out that matter-of-fact social and tribal society culture Gorontalo places dikili as something that important and contains religious point in manage society life behaviour. Islamic aesthetical norms constitute translations symbolically to trusts and grasps to God that most formula deep mirror recitation. Assess dominant Islamic teaching obeyed by that Gorontalo's islamic community constitute basis source that bear artistry as modikili. Such thing this is too causative Gorontalo's society really price traditions especially that gets islami's nuance that all along maintained regular and is kept up. That islami's point was braced motto thru or slogan that becomes Gorontalo's culture reflection that identic with islam which is ‘ adati hula hula’a. to sara’a., sara’a. hula hula’a. to kuru’ani ’ or custom based on al Quran (kitab Allah). Artikel ini bertujuan mengungkapkan pelaksanaan kegiatan dikili atau maulud Nabi menurut tradisi Gorontalo. Pengkajian dilakukan dengan pendekatan sosio-kultural melalui penelusuran literatur dan pengamatan empirik terhadap setiap peristiwa adat terkait dikili. Hasil kajian menunjukan bahwa berdasarkan kenyataan, sosial dan budaya masyarakat suku Gorontalo menempatkan dikili sebagai sesuatu yang penting dan mengandung nilai-nilai religius dalam mengatur perilaku hidup masyarakat. Norma-norma keindahan Islam merupakan penerjemahan secara simbolis terhadap kepercayaan dan pemahaman kepada Tuhan yang tercermin dalam formula zikir. Nilai-nilai ajaran Islam yang dominan dipatuhi oleh masyarakat Islam Gorontalo tersebut merupakan sumber acuan yang melahirkan kesenian seperti modikili. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat Gorontalo sangat menghargai tradisitradisi terutama yang bernuansa islami yang selamanya tetap dilestarikan. Nilai-nilai Islami tersebut telah dikukuhkan melalui semboyan yang menjadi cerminan budaya Gorontalo yang identik dengan Islam yaitu ‘adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru’ani’ atau adat bersendi syarak dan syarak bersendi al Quran
Unsur dan Fungsi Budaya Masyrakat Jawa dalam Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam (Tinjauan Antropologi Sastra) Rita Setiawati; Moh. Karmin Baruadi; Ja'far Lantowa
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20660

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran unsur budaya masyarakat Jawa dalam Novel Para Priyayi karya Umar Kayam dan fungsi budaya masyarakat Jawa dalam Novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Antropologi Sastra. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang menggambarkan unsur dan fungsi budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Para Priyayi karya Umar Kayam yang diterbitkan oleh Pustaka Utama Grafiti pada tahun 2000 dengan tebal 308 halaman. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membaca, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan, mendeskripsikan dan memberikan interpretasi pada kutipan yang telah ditemukan dalam novel serta menarik kesimpulan yang diperoleh dari unsur dan fungsi budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat enam unsur budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Pertama, bahasa (terdapat tiga tingkatan bahasa Jawa); kedua, sistem pendidikan (formal dan informal); ketiga, sistem religi (kepercayaan terhadap hal gaib dan ritual keagamaan); keempat, sistem peralatan hidup dan teknologi (tradisional dan modern); kelima, sistem mata pencaharian hidup (bertani dan berdagang); keenam kesenian (seni pertunjukkan). Selanjutnya terdapat tiga fungsi budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Pertama, fungsi kultural yakni sebagai penguat identitas dan solidaritas masyarakat; Kedua, fungsi etis atau etika sebagai pengontrol prilaku dan tindakan masyarakat; Ketiga, fungsi religi sebagai penyuluh ketaqwaan seseorang. Kata Kunci: Unsur, Fungsi, Budaya, Masyarakat Jawa, Para Priyayi, Antropologi Sastra