Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan UI / UX Pada Aplikasi Buana Online Course Menggunakan Metode Design Thinking (Studi Kasus: Universitas Buana Perjuangan Karawang) Aurel Adhitya Anwar; Baenil Huda; Elfina Novalia; Tukino Paryono; Seia Piantara
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 5 No 2 (2022): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v5i2.4988

Abstract

Pembelajaran e-learning merupakan salah satu transformasi paling signifikan yang dilakukan oleh hampir seluruh lembaga pendidikan. Merebaknya pandemi Covid-19 membuat dan memaksa lembaga pendidikan menyesuaikan model pembelajaran mereka. Universitas Buana Perjuangan Karawang menerapkan pembelajaran secara online atau daring. Hal ini tentunya tidak lepas dari UI / UX, user interface didefinisikan merupakan segala sesuatu yang terdapat dalam sebuah system operasi yang dapat dilihat, disentuh, dan dapat dimengerti secara langsung oleh pengguna. Sementara user experience adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan pengalaman pengguna dalam menggunakan layanan yang terdapat pada suatu system. Untuk mendapatkan UI / UX yang dapat mudah dipahami user secara visual dan memenuhi kebutuhan user, peneliti merancang sebuah prototype dengan salah satu metode penentuan dan perancangan desain yaitu design thinking. Design thinking merupakan metode yang mengidentifikasi permasalahan serta kebutuhan pengguna secara berulang agar menghasilkan suatu desain yang mampu memahami serta menawarkan solusi inovatif bagi pengguna. Berdasarkan hasil pengujian, prototype yang dibuat untuk aplikasi Buana Online Course, menjawab kebutuhan serta permasalahan pengguna. Hasil produk akhir yang melewati pengujian langsung oleh user telah menghadirkan tampilan yang tidak membingungkan, responsive, dan mewakili identitas Universitas Buana Perjuangan Karawang. Kata Kunci:UI / UX, Design Thinking, Covid-19, E-learning
Peran Gaya Kepemimpinan Ketua RW dalam Membentuk Budaya Organisasi dan Kerukunan Antar Warga: Sebuah Studi Kasus pada Organisasi Rukun Warga di Kabupaten Karawang Seia Piantara; Dede Jajang Suyaman; Kholida Atiyatul Maula
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1873

Abstract

Keberagaman latar belakang agama, suku, dan pekerjaan masyarakat pada kawasan permukiman menuntut adanya kepemimpinan komunitas yang mampu membangun budaya organisasi serta menjaga kerukunan antarwarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gaya kepemimpinan Ketua Rukun Warga dalam membentuk budaya organisasi dan memperkuat kerukunan antarwarga melalui studi kasus pada RW 24 Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri atas pengurus Rukun Warga, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi sumber untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketua Rukun Warga menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan partisipatif yang diwujudkan melalui musyawarah, keterbukaan informasi, serta pelibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan. Praktik kepemimpinan tersebut membentuk budaya organisasi yang ditandai oleh berkembangnya nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, dan solidaritas sosial. Budaya organisasi tersebut menjadi fondasi terciptanya kerukunan antarwarga yang tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat, menguatnya kepercayaan sosial, bertambahnya kolaborasi lintas kelompok, serta menurunnya konflik di lingkungan permukiman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya organisasi berperan sebagai mekanisme yang menghubungkan praktik kepemimpinan Ketua Rukun Warga dengan terbentuknya kerukunan antarwarga pada komunitas permukiman yang multikultural.