Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI MUDARRIS TAHFIZ DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRIWATI Abdul Sahib
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2898

Abstract

Perhatian terhadap tahfiz Al-Qur’an dewasa ini semakin meningkat dengan banyaknya lembaga-lembaga yang mendekatkan umat dengan Al-Qur’an, khususnya dalam mengahafal Al-Qur’an. Rumah Tahfiz Al-Amin adalah sebuah lembaga yang mendekatkan umat dengan Al-Qur’an yang mayoritas santriwatinya siswi di sekolah umum. Hasil penelitian antara lain: a. Kondisi hafalan Al-Qur’an santriwati Rumah Tahfiz Al-Amin ialah: santriwati saat ini yang paling banyak hafalannya adalah 16 juz berjumlah dua orang dalam waktu menghafal satu tahun setengah. Dan 15 juz berjumlah satu orang serta yang lainnya berjumlah tujuh orang sekitar di bawah 5 juz. b. Strategi yang dilakukan: bangun malam untuk shalat tahajud kemudian mulai menghafal Al-Qur’an, membaca minimal 10 atau 15 kali dengan melihat kemudian menghafal, disiplin waktu dalam menghafal dan muraja’ah, motivasi, dan nasihat. c. Faktor pendukung antara lain: disiplin waktu dalam menghafal dan muraja’ah, tempat atau kondisi linkungan yang mendukung dan nyaman, kemampuan menghafal yang cukup cepat, istikomah dalam menghafal Al-Qur’an. d. Faktor penghambat antara lain: malas dalam menghafal dan muraja’ah, tidak disiplin dalam menghafal dan muraja’ah, dan halangan atau santriwati haid. d. Solusi dari faktor-faktor penghambat antara lain: memberikan motivasi dan nasihat, memberikan hukuman atau ta’dib, membaca atau mushaf namun tidak menyentuh secara langsung, dan membaca atau muraja’ah Al-Qur’an Terjemahan.
STRATEGI MUDARRIS TAHFIZ DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRIWATI Abdul Sahib
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2898

Abstract

Perhatian terhadap tahfiz Al-Qur’an dewasa ini semakin meningkat dengan banyaknya lembaga-lembaga yang mendekatkan umat dengan Al-Qur’an, khususnya dalam mengahafal Al-Qur’an. Rumah Tahfiz Al-Amin adalah sebuah lembaga yang mendekatkan umat dengan Al-Qur’an yang mayoritas santriwatinya siswi di sekolah umum. Hasil penelitian antara lain: a. Kondisi hafalan Al-Qur’an santriwati Rumah Tahfiz Al-Amin ialah: santriwati saat ini yang paling banyak hafalannya adalah 16 juz berjumlah dua orang dalam waktu menghafal satu tahun setengah. Dan 15 juz berjumlah satu orang serta yang lainnya berjumlah tujuh orang sekitar di bawah 5 juz. b. Strategi yang dilakukan: bangun malam untuk shalat tahajud kemudian mulai menghafal Al-Qur’an, membaca minimal 10 atau 15 kali dengan melihat kemudian menghafal, disiplin waktu dalam menghafal dan muraja’ah, motivasi, dan nasihat. c. Faktor pendukung antara lain: disiplin waktu dalam menghafal dan muraja’ah, tempat atau kondisi linkungan yang mendukung dan nyaman, kemampuan menghafal yang cukup cepat, istikomah dalam menghafal Al-Qur’an. d. Faktor penghambat antara lain: malas dalam menghafal dan muraja’ah, tidak disiplin dalam menghafal dan muraja’ah, dan halangan atau santriwati haid. d. Solusi dari faktor-faktor penghambat antara lain: memberikan motivasi dan nasihat, memberikan hukuman atau ta’dib, membaca atau mushaf namun tidak menyentuh secara langsung, dan membaca atau muraja’ah Al-Qur’an Terjemahan.
Rational-Legal Bureaucracy and Religious-Relational Logics in ‎Madrasah Administration: A Qualitative Case Study at MTs II ‎Lubuklinggau Syaiful Bahri; Murni Yanto; Abdul Sahib
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): May-August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v6i2.2446

Abstract

Educational administration is a critical pillar in ensuring effective governance within Islamic educational institutions. Administrative systems in madrasahs are frequently influenced by personal relationships and traditional organizational culture, challenging the principles of rationality and legality. This study aims to analyze the implementation of Max Weber's rational-legal bureaucracy model in educational administrative governance at Madrasah Tsanawiyah (MTs) II Lubuklinggau, focusing on the application of rationality, legality, and professionalism principles in administrative practice. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with six key informants, participant observation across three months, and analysis of official madrasah documents including SOPs, organizational charts, and meeting minutes. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014), comprising data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was ensured through source triangulation, method triangulation, and time triangulation, supplemented by member checking and audit trail procedures. The findings reveal that MTs II Lubuklinggau substantially reflects Weber's rational-legal bureaucracy principles through its hierarchical structure, formal division of labor, documented regulations, and rule-based decision-making. However, implementation remains inconsistent, particularly in inter-unit coordination and periodic performance evaluation. Notably, the study identifies a distinctive adaptive model in which Weberian formality is organically integrated with Islamic values such as ikhlas (sincerity), musyawarah (deliberation), and moral accountability, resulting in what this study terms a "religious-rational bureaucracy" model. This finding contributes a new theoretical perspective on bureaucratic adaptation in Islamic education contexts and has practical implications for madrasah governance reform.