p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Djoeli Satrijo
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH DIMENSI FRONT LOWER CONTROL ARM TERHADAP STATIC RIDE PADA SUSPENSI DEPAN DOUBLE WISHBONE Neil Zefanya Yohanes; Toni Prahasto; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan roda empat mementingkan kenyamanan berkendara. Kondisi geometri yang ideal dibutuhkan untuk mencapai kenyamanan berkendara tersebut dengan cara mensetting komponen komponen suspensi pada mobil. Suspensi merupakan salah satu bagian yang memegang peran penting dalam memperoleh kenyamanan berkendara. Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda kendaraan agar memastikan roda tetap berkontak dengan jalan. Dengan adanya suspensi getaran dan goncangan akibat jalan yang tidak rata dapat teredam. Suspensi depan lah yang pertama kali menerima kejutan dari permukaan jalan. Jika pengaturan pada lengan suspensi tidak ideal maka akan menyebabkan perubahan perubahan pada geometri suspensi seperti caster, camber, toe ,dan lainnya. Dalam merancang suatu suspensi kendaraan agar berkerja secara maksimal dibutuhkan penyesuaian Lower control arm yang baik agar terhindar dari permasalahan pada suspensi. Perubahan lower control arm dapat merubah banyak geometri suspensi sehingga menyebabkan kejadian yang berbeda beda. Pada penelitian ini dilakukan guna mengetahui perubahan apa saja yang dapat disebabkan lower control arm terhadap pengujian static ride pada suspensi double wishbone. Model kendaraan acuan yang digunakan pada penelitian ini adalah mobil Innova generasi pertama dengan memvariasikan 5 pengujian yaitu lower control arm pertama sebagai geometri acuan lalu memvariasikan 4 kondisi lagi seperti saat lengan lebih pendek dan lebih panjang lalu lengan lebih ke arah kiri dan kanan dengan software Altair Motion view. Parameter yang ingin didapatkan adalah kondisi ketika roda dalam keadaan naik dan turun serta geometri seperti caster, camber, toe dan lainnya. Model terbaik pada variasi adalah model 5 yaitu saat lower control arm lebih panjang dikarenakan mobil Innova dengan suspensi double wishbone dan juga termasuk RWD lebih mengutamakan kestabilan kendaraan.
ANALISIS RANGKA BICYCLE MOTORCROSS EXTREME (BMX) MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Edward Rissan Girsang; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda BMX dicirikan oleh input beban yang kompleks dan berkekuatan tinggi yang dihasilkan dari lompatan, benturan, ketidak teraturan permukaan, dan interaksi pengendara. Untuk memastikan keamanan produk, dan memungkinkan optimalisasi kinerja, pengetahuan yang lebih rinci tentang beban yang diterapkan dan respons struktural sepeda BMX sangatlah penting. Penelitian ini menggunakan Metode Elemen Hingga, untuk menguji rangka sepeda bmx dengan beban statis yang didapat dari berat pengendara pada 5 kasus pembebanan, 4 kasus pembebanan disimulasi dengan simulasi statis 4 posisi pembebanan tersebut yaitu pembebanan pada posisi road bump front wheel Pembebanan pada posisi road bump rear wheel, pembebanan pada posisi statis start up dan pembebanan pada posisi steady state pedalling, distribusi gaya pada keempat posisi pembebanan diambil dari referensi jurnal. Kasus pembebanan terakhir adalah pembebanan pada posisi jatuh dari ketinggian 2 m. Untuk kasus pembebanan terakhir, dianalisis dengan simulasi Linear Static dan Dynamic Explicit. Untuk simulasi linear static, beban ekuivalen dihitung dengan menghitung Impact Factor dari defleksi pada rangka ketika diberi beban static dari berat pengendara dan rangka. Sementar simulasi Dynamic Explicit menggunakan Impactor yang diberi kecepatan sesuai dengan energy kinetic dari rangka dan pengendara yang jatuh dari ketinggian 2 meter. Hasil simulasi Linear static pada empat kasus pertama. Pada simulasi impact dengan simulasi Linear static beban ekuivalen menggunakan Altair Hyperworks Optistruct 2019 didapat Max Von Mises 562 MPa, tegangan yang melewati batas yield strength ada di bottom bracket sekitar sambungan dengan seat tube, chain stays dan down tube. Pada simulasi Impact Dinamic Explicit menggunakan Altair Hyperworks Radioss 2018 didapat Max Von Mises 630.4 MPa pada waktu 0.4 ms, tegangan yang melewati yield strength ada di rear end, bagian bawah head tube dan bottom bracket.